Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun Foto-Foto : Dok. Prokopim
Labuan Bajo, infoMabar:- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terkait kecelakaan Kapal Motor Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, secara resmi ditutup. Walau demikia, tugas kemanusiaan dan tanggung jawab moral tetap akan berlanjut.
Dihentikanya operasi pencarian terhadap para korban KM Putri Sakinah, berlangsung secara resmi dalam kegiatan seremonial di Posko SAR Gabungan Pelabuhan Marina, Jumat (09/01/2026).

Seremonial penutupan ini menandai berakhirnya fase pencarian terorganisir terhadap para korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Walau operasi pencarian berhenti, namun Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dalam sambutannya menegaskan bahwa tanggung jawab moral dan panggilan kemanusiaan untuk menemukan korban yang masih hilang tetap menjadi komitmen bersama.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang saat itu didampingi Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, M.Kes., serta perwakilan dari berbagai unsur SAR, pemerintah daerah, keamanan, dan stakeholder pariwisata, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam operasi yang berlangsung selama 15 hari tersebut.
“Selama 15 hari pelaksanaan Operasi SAR, seluruh tim telah bekerja dengan penuh dedikasi dan pengabdian. Ini bukan hanya soal tugas, tetapi panggilan jiwa. Bagaimana kita mengambil bagian dan merasakan apa yang dialami oleh keluarga korban,” tegas Bupati Endi, seraya menekankan bahwa upaya yang dilakukan melampaui sekadar kewajiban formal.
Lebih lanjut, Bupati Endi menegaskan bahwa penutupan operasi bersifat administratif, namun tanggung jawab kolektif untuk terus berupaya tidak pernah berakhir.
“Penutupan yang dilakukan hari ini hanya secara seremonial bahwa pencarian korban yang terorganisir resmi ditutup. Tetapi panggilan jiwa untuk menemukan satu yang belum ditemukan adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa tugas kemanusiaan tetap menjadi prioritas meski operasi skala besar telah berakhir.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan beragam unsur, mencerminkan kolaborasi dan pembagian tanggung jawab yang komprehensif. Turut hadir dan berkontribusi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere selaku SAR Mission Coordinator, unsur Forkopimda, KSOP, Polairud, TNI Angkatan Laut, instansi vertikal, serta asosiasi pelaku usaha pariwisata. Partisipasi aktif dari insan pers dan seluruh relawan potensi SAR juga menjadi bagian integral dari pelaksanaan tugas pencarian ini.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh komitmen. Duka cita yang mendalam kembali disampaikan kepada keluarga korban, dengan harapan agar diberikan ketabahan dan kekuatan.
Meski pencarian resmi telah ditutup, semangat untuk tetap waspada dan peduli terhadap 1 (satu) orang korban yang belum ditemukan ditekankan sebagai bagian dari tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Komitmen untuk saling membantu dan mengutamakan keselamatan jiwa di laut tetap menjadi tugas yang tidak pernah usai.***



