Penulis : Bion Editor : Hans
Labuan Bajo : Info Mabar -Pemerintah pusat menggelar gerakan pangan murah ( GPM) serentak di 38 Propinsi dan 514 Kabupaten/ Kota se – Indonesia untuk menekan harga pangan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Pangan Sedunia ( HPS) 2026.
Untuk Kabupaten Manggarai Barat Kegiatan HPS berpusat di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat. GPM tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog Mabar.

Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau di bawah harga pasar.
Adapun produk pangan yang akan dijual meliputi beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur, dan produk pangan lainnya termasuk pangan olahan binaan UMKM.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Yovita Ersita Ajul, saat ditemui di kantornya menjelaskan, GPM kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga di tahun 2026.
“Terima kasih. Jadi tidak hanya beras saja, ada produk lain juga yang sudah mengalami kenaikan, itu gunanya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Untuk yang sekarang kita laksanakan, kita rangkaikan bersama untuk memperingati Hari Pangan Sedunia,” ujar Yovita.
Ia menambahkan, GPM sebelumnya telah dilaksanakan menjelang Lebaran pada bulan Februari dan Maret. Rencananya, GPM kembali akan digelar pada bulan Desember menjelang Hari Raya Natal.
Terkait lokasi pelaksanaan yang dipusatkan di halaman kantor, Yovita menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran untuk mengakomodasi mitra dan distributor ke lokasi lain.
“Kalau kita buat di tempat lain bagaimana mengakomodasi para penjual ke sana. Makanya kita pusatkan di depan kantor ini. Semoga ke depannya bisa ada anggaran lebih supaya bisa mengakomodasi mitra kita,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan GPM tidak dikerjakan sendiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, melainkan berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan yang bertugas menghubungi distributor sehingga harga jual di bawah harga pasar.
“GPM ini kami tidak bekerja sendiri. Kami bersama Dinas Perdagangan, mereka yang menghubungi distributor-distributor sehingga harga yang dijual di bawah harga pasar. Selain beras, ada minyak goreng, ada telur, ada pangan olahan binaan UMKM yang ikut jualan,” jelasnya.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat Sofiandi menambahkan bahwa kehadiran pemerintah melalui GPM sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan murah dan berkualitas, dengan melibatkan berbagai mitra dan Bulog sebagai penyedia stok pangan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengajak seluruh masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum Gerakan Pangan Murah ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, mengendalikan inflasi daerah, serta mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Manggarai Barat.


