Penulis : Gonsalez & Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, infoMabar ; – Wakil Bupati Manggarai Barat,dr Yulianus Weng, M.Kes. memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan berbagai pihak, khususnya UNDP Indonesia melalui Plastic Circularity Project.
Apresiasi untuk UNDP Indonesia itu disampaikan Wabup Yulianus dalam acara Penyerahan dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Kepada Pekerja Persampahan, yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati, Rabu (21/10/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Wabup Yulianus Weng secara khusus berterima kasih kepada National Project Manager Plastic Circularity Project UNDP Indonesia, Jatu Arum Sari. Ia menegaskan bahwa penyerahan dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan wujud nyata perhatian bersama kepada para pekerja persampahan yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebersihan Labuan Bajo tidak terlepas dari kerja dan dedikasi para pekerja persampahan, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal. Kontribusi tersebut perlu memperoleh penghargaan dan disertai upaya nyata untuk mendukung keselamatan serta keberlangsungan pekerjaan mereka,” ujar Wabup Yulianus dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa upaya perlindungan bagi pekerja persampahan telah dimulai melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi awal bagi keterlibatan yang lebih luas lagi. Sosialisasi dinilai sangat penting agar para peserta memahami manfaat program, hak, kewajiban, serta tata cara mengakses layanan ketika diperlukan.
Selain dukungan jaminan sosial, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga menyoroti kemajuan pencatatan digital dalam pengelolaan sampah di simpul-simpul yang telah didampingi. Proses manual kini telah beralih ke sistem digital, memungkinkan data transaksi sampah dicatat dan ditelusuri dengan lebih baik, sekaligus menjadi dasar dalam mengambil keputusan untuk memperbaiki pelayanan.
Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan UNDP, tetapi juga dukungan dari Duitin dan LPEM FEB Universitas Indonesia dan Kole Project, Wabup menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan peningkatan kapasitas yang telah dilakukan, mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis, digitalisasi, hingga pengembangan kapasitas masyarakat di Labuan Bajo serta Desa Pasir Panjang.
Mengingat Labuan Bajo merupakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Wabup menekankan bahwa pengelolaan sampah yang konsisten dan didukung oleh seluruh pihak adalah sebuah keharusan. Peningkatan kapasitas masyarakat serta perhatian kepada para pekerja persampahan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan, kenyamanan warga, dan pengalaman wisatawan.
Di akhir sambutannya, Wabup Yulianus Weng menyampaikan harapan agar kerja sama dan dukungan dari UNDP Indonesia beserta seluruh mitra dapat terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk bersama-sama menjaga hasil yang telah dibangun, memperluas manfaatnya, dan mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam pengelolaan sampah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsent Gande mengakui bahwa bantuan ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sampah informal yang selama ini belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Fasilitasi ini diharapkan dapat membantu para pekerja sampah informal memperoleh akses terhadap perlindungan jaminan sosial, terutama ketika menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kebutuhan perlindungan sesuai program BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti,” harap Kadis Vinsent.
Sementara itu, National Project Manager Plastic Circularity Project UNDP Indonesia, Jatu Arum Sari, mengakui bahwa Plastic Circularity Project merupakan inisiatif yang berkaitan dengan upaya membangun ekonomi sirkular plastik, yakni sistem pengelolaan plastik yang berupaya mengurangi timbulan sampah, meningkatkan penggunaan kembali dan daur ulang, serta menjaga agar material plastik tetap memiliki nilai guna dan tidak berakhir mencemari lingkungan.
“Di Indonesia, UNDP mendukung berbagai inisiatif untuk mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih berkelanjutan, memperkuat sistem daur ulang, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan para pelaku dalam rantai nilai sampah,” jelas Jati Arum.
Dalam konteks tersebut, lanjutnya, pekerja sampah informal merupakan bagian penting dari rantai pengumpulan dan pemilahan material yang masih dapat didaur ulang. Mereka berkontribusi terhadap pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Karena itu, upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Fasilitasi kepesertaan BPJS bagi 164 pekerja sampah informal di Manggarai Barat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap aspek perlindungan sosial tersebut,” jelasnya.***


