
Penulis: Gonsalez dan Gery Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar – Kabar melegakan datang bagi para pejuang kebersihan lingkungan di Labuan Bajo. Sebanyak 164 pekerja persampahan yang selama ini berjibaku menjaga kebersihan destinasi super prioritas tersebut kini resmi memiliki payung perlindungan. Melalui inisiasi Plastic Circularity Project dari UNDP Indonesia, mereka menerima kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang di bayar premisnya selama 12 bulan oleh undp Indonesia .
Dari total 164 penerima manfaat tersebut, sebanyak 141 orang merupakan petugas kebersihan lapangan atau yang akrab disapa “pasukan kuning”. Sementara 23 orang lainnya adalah para pengurus bank sampah yang mengelola fasilitas di WTF (Waste to Energy Facility), TPA Warloka, serta unit bank sampah di Desa Pasir Panjang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vincensius Gande saat di temui media ini dalam Pembukaan kegiatan sosialisasi dan Penyerahan Kartu BPJS ketenagakerjaan di aula Kantor Bupati Manggarai Barat Rabu (21/102026), mengungkapkan bahwa pekerjaan sebagai penyapu jalan, pengangkut, hingga pemilah sampah merupakan pekerjaan mulia yang menyimpan risiko kecelakaan kerja yang tinggi.
“Menjaga kebersihan Labuan Bajo tidak mungkin dilakukan tanpa peran mereka. Mulai dari menyapu jalan, mengangkut sampah, hingga memilah di fasilitas. Pekerjaan ini sangat penting bagi masyarakat, tetapi juga memiliki risiko,” ujar Vincensius
Senada dengan hal tersebut, Jatu Arum Sari dari UNDP Indonesia menyoroti pentingnya keselamatan dan kesejahteraan para pekerja informal ini. Ia menceritakan pengalamannya saat berbincang dengan petugas di TPS Waterfront, di mana salah satu petugas penyapu jalan baru saja mengalami kecelakaan saat bekerja. Insiden tersebut menjadi pengingat keras bahwa perlindungan kerja tidak boleh diabaikan.
“Kami berharap perlindungan ini dapat memberikan rasa aman bagi ibu dan bapak sekalian serta keluarga di rumah. Kartu ini bukan sekadar tanda kepesertaan, melainkan akses terhadap jaminan sosial jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Jatu Arum Sari juga menjelaskan bahwa fokus kegiatan plastic sirculary project,undp saat ini di pulau rinca desa Pasir panjang dn kan di perluas di beberapa desa pesisir seperti pulau mesa Desa Pasir Putih dan Golo Sepang Kecamatan Boleng
Selain program jaminan sosial, kolaborasi yang juga melibatkan The Coca-Cola Foundation, Duitin, LPEM Universitas Indonesia, dan UIN Sunan Kalijaga ini juga berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat. Ke depan, proyek ini akan mendukung penyediaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan kerja, hingga peningkatan keterampilan para pekerja sampah.
Perlindungan bagi para pekerja persampahan ini juga sejalan dengan upaya digitalisasi pencatatan pengelolaan sampah yang tengah digalakkan, guna memastikan data transaksi sampah tercatat lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat bisa terus ditingkatkan.
Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa para pahlawan kebersihan yang setiap hari berjibaku di lapangan tidak lagi sekadar menjadi pelengkap. Mereka adalah garda terdepan yang berhak mendapatkan rasa aman dan apresiasi, seiring dengan komitmen menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.***


