Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Manggarai Barat dijadikan sebagai tim Verifikasi data bencana di wilayah itu. Mereka dinilai menguasai data lapangan yang akurat, by name by adres.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menerapkan strategi unik dalam proses verifikasi dampak bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan tim verifikasi yang terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Penyuluh Pertanian untuk mendata langsung kondisi di lapangan.

Hal ini disampaikan Bupati Edi saat menyambut kehadiran 3 gubernur di wilayah Nusatenggara, yakni Gubernur Bali, I Wayan Koster, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena di Posko Tanggap Bencana, Kantor BPBD Manggarai Barat, Kamis (20/08/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Edi memaparkan secara rinci mekanisme pendataan yang dilakukan. “Kami mulai hari ini sudah turun tim verifikasi, yang terdiri dari para Penyuluh KB dan Penyuluhan Pertanian. Masing-masing lokasi korban itu langsung di tanggung titik koordinatnya, dan mereka harus menyesuaikannya hingga hari Sabtu depan. Trus nanti hari Senin turun lagi tim verifikasi, yaitu tim dari PU didampingi Jaksa dan Polisi,” papar Bupati Edi di hadapan para gubernur.
Orang nomor satu di Manggarai Barat itu menjelaskan alasan pemilihan penyuluh sebagai ujung tombak verifikasi. Mereka dinilai sudah memahami betul kondisi dan medan di lapangan. Mereka juga menguasai data, by name by adres.
“Penyuluh KB dan Penyuluh Pertanian sudah tau kondisi di lapangan. Laporan mereka berbasis data yang akurat, sesuai dengan lokus dan sesuai titik kordinat,” jelasnya.
Bupati Edi juga menambahkan bahwa untuk pendataan fasilitas sekolah dan kesehatan, pihaknya melibatkan unsur terkait. “Lalu untuk sekolah, saya masukan kepala sekolah sebagai tim Verifikasi, lalu yang kesehatan itu tim sendiri. Jadi Sabtu depan, datanya sudah ada disini, masing-masing kecamatan itu punya admin tersendiri, 12 Admin di kecamatan lalu di kabupaten satu admin. Sehingga di laporanya valid sesuai dengan kondisi real di lapangan,” tambahnya.
Di akhir penjelasanya, Bupati Edi menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan tiga gubernur di Posko Bencana Manggarai Barat ini. “Atas nama rakyat yang ada di kabupaten ini, khususnya yang terkena dampak bencana, saya mengucapkan terimakasih banyak untuk kunjungan ini. Do’a kami semoga bapak Gubernur Bali, Gubernur NTB dan Gubernur NTT serta rombongan sehat dan sukses selalu,” tuturnya.***



