Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, berupaya keras untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi para siswa sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan SD hingga SMP. Butuh kerja sama yang solid antar para pihak.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, mengakui bahwa berdasarkan data indikator makro pendidikan Kabupaten Manggarai Barat, capaian skor kemampuan literasi dan numerasi jenjang SD dan SMP hingga tahun 2025 masih belum sesuai target.

Karena itu, pihaknya perlu melakukan berbagai strategi untuk meningkatkanya secara optimal. Salah satunya adalah kerja sama yang solid antara berbagai stakeholder terkait.
Upaya peningkatan itu diakui Kadis Agustinus Gias dalam paparannya pada kegiatan Rapat Koordinasi bersama 266 kepala sekolah SD se-Kabupaten Manggarai Barat yang berlangsung di D’AJ HALL, Kamis (21/05/2026).
“Meski beberapa target terlampaui, sejumlah indikator justru masih belum optimal,” akunya.
Pada jenjang SMP, lanjut Agustinus, target skor kemampuan literasi tahun 2025 ditetapkan sebesar 63,13, namun capaiannya 64,71. Melampaui target. Sedangkan skor kemampuan numerasi SMP baru mencapai 56,16. Demikian halnya dengan Iklim Kebhinekaan SMP yang ditarget 74,21 namun terealisasi 68,48.
Untuk jenjang SD, target skor kemampuan numerasi SD tahun 2025 adalah 49,50, tercapai 49,64. Namun Iklim Kebinekaan SD baru mencapai 67,35 dari target 74,81. Demikian pula Iklim Inklusivitas SD yang ditarget 62,89 baru tercapai 60,89. Capaian Skor Kemampuan Literasi SD sudah melampaui target (55,2 vs target 53,96).
Kadis Agustinus mengakui bahwa untuk memperbaiki target yang belum tercapai, butuh kolaborasi dan koordinasi yang intens antar para pihak.
“Mari kita berkolaborasi. Kita butuh kerja sama, agar capaian indikator pendidikan di kabupaten Manggarai Barat semakin optimal. Saya tau ini bukan kerja yang gampang. Tapi dengan kerja keras dan kolaborasi, kita pasti bisa,” ungkap Agustinus disambut tepuk tangan meriah peserta kegiatan.
Disamping itu Agustinus juga menekankan pentingnya peningkatan mutu melalui optimalisasi KKG dan KKKS, serta pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Mari kita perbaiki sistem kerja kita. Perbaiki layanan pembelajaran dan penguatan iklim kebhinekaan di sekolah serta tingkatkan inovasi,” ajaknya.
Diakuinya bahwa pemerintah daerah menargetkan kenaikan bertahap hingga tahun 2029. Dan untuk bisa mencapainya diperlukan intervensi serius pada indikator yang belum mencapai target.
Agustinus juga menginformasikan Pemkab Mabar melalui Dinas PKO kini membentuk tim sinkronisasi Dapodik tingkat satuan pendidikan, dengan mewajibkan rekonsiliasi aset setiap bulan serta pelaporan paling lambat tanggal 5 dalam bulan.
“Komitmen bersama harus dibangun. Seluruh data sarana harus diinput secara akurat, objektif, dan sesuai kondisi riil agar kebutuhan revitalisasi terbaca dan bisa diakomodir,” tegas Agustinus.
Kepada para Kepala Sekolah, Kadis Agustinus menegaskan untuk tidak ada lagi pungutan liar yang dikenakan kepada orang tua siswa.
“Saya tekankan tidak boleh ada segala bentuk pungutan liar yang membebani orang tua siswa. Untuk berbagai kebutuhan sekolah, optimalkan dana bos,” tutup Kadis Agustinus.


