Home Berita Terkini Pemkab Mabar Lakukan Pendataan Dampak Gempa Bermagnitudo 7,7 SR

Pemkab Mabar Lakukan Pendataan Dampak Gempa Bermagnitudo 7,7 SR

0
74
Kondisi salah satu bangunan yang rata dengan tanah akibat gempa. (Foto : Ist.)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat menginventarisasi tingkat kerusakan fasilitas publik dan rumah warga pasca diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7 SR yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Langkah pendataan ini dilakukan guna memastikan penanganan tanggap darurat berjalan efektif di seluruh wilayah terdampak.

Instruksi pengumpulan data kerusakan ini berawal dari perintah langsung Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, melalui WhatsApp Grup Koordinasi Pimpinan Mabar. Bupati Edi meminta seluruh jajarannya, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), Staf Ahli Bupati, Para Asisten, hingga Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk tetap masuk kantor dan segera menyisir area hingga tingkat desa dan kampung.

Kondisi Kantor Kecamatan Kuwus Barat yang tersisa hanya bagian atap. (Foto : Ist.)

“Selamat pagi, semua (Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Pimpinan OPD dan Perangkat Daerah) untuk masuk kantor, lakukan monitor sampai di desa, kampung, lalu buat laporan berkala,” tulis Bupati Edi dalam pesan tertulisnya.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Sekda Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo. Ia memerintahkan para camat dan kepala OPD, khususnya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan, untuk memeriksa ketahanan serta fasilitas fisik pendukung.

“Mohon perhatian seluruh Camat untuk segera memantau dan memonitoring kerusakan dan kerentanan bangunan pascagempa bersama semua kepala desa untuk dilaporkan kepada Bapa Bupati melalui BPBD,” ujar Sekda Fransiskus.

Merespons arahan tersebut, para pimpinan OPD dan camat langsung melakukan pemantauan lapangan dan langsung melaporkan hasilnya dalam bentuk narasi, foto, serta video, melalui saluran WAG Koordinasi Pimpinan Mabar.

Berdasarkan laporan awal yang masuk, tingkat kerusakan terparah melanda Kantor Kecamatan Kuwus Barat. Bagian dinding bangunan fisik fasilitas pelayanan publik tersebut dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah. Nyaris tersisa hanya bagian atap.

Sementara itu, untuk mayoritas gedung pemerintahan lainnya di wilayah Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami retak pada bagian dinding.

Selain kerusakan infrastruktur, Camat Komodo, Marianto Martinus Irwandi, melaporkan bahwa sejumlah warga yang bermukim di kawasan pesisir Kecamatan Komodo memilih berinisiatif mengungsi secara mandiri ke area perbukitan dan tempat tinggi guna mengantisipasi potensi bahaya susulan.

Hingga saat ini, Tim BPBD Kabupaten Manggarai Barat bersama jajaran camat masih terus merekapitulasi total kerugian materiel serta memastikan kondisi keselamatan warga.

Merespon laporan kerusakan dari sejumlah pimpinan OPD dan dari para Camat, Bupati Edi menginstruksikan untuk menyampaikan laporan secara tertulis.

“Mohon dibuatkan laporan tertulis. Dari pusat minta supaya ditetapkan bencana,” tulis Bupati Edi.

Sementara itu, terkait jumlah korban jiwa akibat gempa itu, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P. Asmon yang dihubungi melalui selulernya, mengaku sedang zoom dengan pusat krisi Kemenkes.

“Sebentar saya update. Masih zoom dengan Pusat Krisis Kemenkes,” jawab Kadis Theresia.***