Rabu, Juli 22, 2026
BerandaBerita TerkiniPemkab Mabar Gelar Ritual Adat ‘Congko Wakar’ di Cunca Wulang

Pemkab Mabar Gelar Ritual Adat ‘Congko Wakar’ di Cunca Wulang

Penulis : Ferdy Jemaun

Wersawe, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) memfasilitasi gelaran ritual adat Congko Wakar di objek wisata Cunca Wulang. Ritual ini digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan agar arwah kedua korban bisa kembali ke keabadian dengan tenang.

Ritual adat yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Tua Adat Kampung Wersawe, Thomas Pura, Selasa (26/05/2026) siang.

Ritual permohonan ijin kepada keluhur di compang Wersawe. (Foto : Fersy Jemaun)

Ritual diawali di Compang Adat Wersawe (mesbah adat). Di tempat ini, Tua Adat Thomas Pura memohon izin kepada para leluhur Cunca Wulang dengan mempersembahkan satu butir telur yang telah didoakan, sembari menyalakan sebatang lilin.

“Ijin kepada leluhur perlu dilakukan, sehingga acara ini bisa berjalan lancar,” ungkap Thomas Pura.

Dari Compang Adat, prosesi berlanjut menuju lokasi utama, yaitu Cunca Wulang, tempat jatuhnya kedua korban. Di lokasi ini, sarana ritual yang digunakan adalah seekor ayam jantan berwarna putih dan sebatang lilin yang dinyalakan.

“Ayam berwarna putih itu melambangkan kesucian dan kebersihan hati,” jelas Thomas Pura.

Menurut penjelasan Thomas Pura, ritual Congko Wakar ini memiliki dua esensi dan tujuan utama bagi keselamatan serta ketenangan di lokasi wisata Cunca Wulang, yakni : untuk ‘mengangkat’ dan menghantar jiwa/roh kedua wisatawan asal Austria yang tewas itu kembali ke “tempat asal” mereka dengan tenang.

Selain itu, lanjut Thomas Pura, ritual itu juga sebagai bentuk permohonan kepada para leluhur agar peristiwa duka dan kecelakaan serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti objek wisata Cunca Wulang setelah dua wisatawan berkebangsaan Austria, yakni Jurgen (55) dan Astrid (56), tewas terjatuh dari jembatan, karena sejumlah papan kayu pada jembatan itu ambruk.

Pantauan di lokasi yang masih dipasang garis polisi, ritual ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemkab Manggarai Barat, di antaranya, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, Peter A. Rasyid, Sekretaris Dinas, Christ Mesima, Kabid Kebudayaan, Frans Selmas bersama sejumlah staf.

Turut hadir pula dari pihak Kecamatan Mbeliling, Sekretaris Camat, Agustinus Sudarso. Juga Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sehadu, beserta masyarakat setempat yang ikut menyaksikan prosesi dengan khusyuk.

Kepala Dinas Peter A. Rasyid mengakui bahwa acara adat ini digelar setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat berwenang, mengingat tempat kejadian perkara (TKP) masih dalam proses penyelidikan.

Baca : Pemkab Mabar Tutup Sementara Aktivitas Wisata di Cunca Wulang

“Tempat ini sebenarnya masih dipasangi police line (garis polisi). Tapi sesuai petunjuk dari pihak berwenang, kegiatan bisa kita lakukan, dengan catatan kita tidak masuk di dalam area yang telah dipasangi garis polisi dan tidak merusak kondisi di TKP,” pungkasnya.

Melalui ritual ini, pemerintah dan masyarakat berharap pariwisata Cunca Wulang, pada saatnya dapat kembali pulih dan aman, sehingga dapat membawa berkah, baik bagi para wisatawan maupun warga lokal.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments