Home Berita Terkini Ekonomi Pemkab Mabar Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, Ekspor Perdana Akhir Tahun...

Pemkab Mabar Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, Ekspor Perdana Akhir Tahun 2026

0
27
Rapat Koordinasi lintas sektor terkait rencana ekspor produk lokal ke pasar internassional. (Foto : Dok. Disdagrin)
Sumber: Release Disdagrin 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui rapat pembahasan dan koordinasi awal rencana kegiatan ekspor perdana bersama PT Meratus Line dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Demikian penjelasan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, sebagaimana tertuang dalam Release yang diterima InfoMabar, Sabtu (31/10/2026) sore.

Kepala Dinas Disdagrin Mabar, Adrianus Ojo (keempat dari kanan), bersama pihak terkait. (Foto : Dok. Disdagrin)

Rapat Koordinasi yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Labuan Bajo, kata Adrianus, dipimpin oleh General Manager Pelindo Cabang Labuan Bajo, Anwar Siregar. Rapat tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain Bea Cukai Labuan Bajo, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, KSOP Kelas III Labuan Bajo, PT Meratus Line, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Adriabus, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, turut hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah komoditas unggulan diidentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan melalui jalur ekspor, antara lain kopi, porang, dan produk kerajinan bambu.

Diakui Adrianus bahwa selama ini, sebagian pelaku usaha telah melakukan pengiriman produk ke luar negeri melalui jalur distribusi tidak langsung, termasuk melalui Bali. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan berupa biaya logistik, risiko kerusakan barang, keterbatasan konsolidasi muatan, serta persyaratan administrasi ekspor.

Salah satu pelaku usaha yang dibahas adalah Mosedia, yang telah memasarkan kerajinan bambu ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

“Melalui pengembangan layanan ekspor menggunakan kontainer langsung dari Labuan Bajo, diharapkan pelaku usaha memiliki alternatif pengiriman yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kolaborasi Lintas Instansi Untuk Mempercepat Ekspor

Melalui rapat koordinasi itu, aku Adrianus, ada kesepahaman bersama untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menyiapkan kegiatan ekspor perdana yang ditargetkan dapat terealisasi pada akhir tahun 2026.

PT Meratus Line bahkan menawarkan skema pengiriman menggunakan kontainer dari Labuan Bajo menuju Surabaya, kemudian dilanjutkan melalui kapal internasional tanpa perlu membuka dan memindahkan kembali muatan atau restuffing.

“Skema ini diharapkan dapat mengurangi biaya, mempercepat proses pengiriman, dan meminimalkan risiko kerusakan barang,” jelasnya.

Sementara itu, Bea Cukai berkomitmen memberikan asistensi teknis kepada calon eksportir, Balai Karantina mendukung pemenuhan persyaratan komoditas, KSOP memfasilitasi aspek kepelabuhanan sesuai kewenangannya, dan Pelindo menyiapkan langkah pengurusan perizinan serta fasilitas pendukung kegiatan ekspor.

Disdagrin Dorong Penguatan IKM dan Digitalisasi Pemasaran

Dalam pembahasan tersebut, Disdagrin Kabupaten Manggarai Barat menekankan pentingnya pengembangan ekspor yang tidak hanya berorientasi pada pengiriman produk, tetapi juga pada peningkatan kapasitas produksi, kualitas, kontinuitas pasokan, dan perluasan akses pasar.

Disdagrin telah memiliki arah program pengembangan ekspor melalui pameran dagang lokal, misi dagang produk unggulan, dan peningkatan citra produk ekspor daerah.

Selain itu, Disdagrin juga mengembangkan platform digital SIKAMBA MABAR sebagai sarana pendataan, pembinaan, promosi, dan pemasaran produk Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Platform ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan produk lokal secara lebih luas, sekaligus mendukung transformasi pemasaran IKM menuju ekosistem digital.

Bagi Disdagrin, keberhasilan ekspor bukan hanya diukur dari terlaksananya pengiriman perdana, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha memperoleh pesanan berulang (repeat order) dan menjaga kesinambungan pasokan sesuai kebutuhan pasar.

“Karena itu, penguatan basis data potensi komoditas, peningkatan kapasitas pelaku usaha, standardisasi produk, serta koordinasi dengan instansi teknis menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan ekspor daerah,” teranganya.

Membuka Peluang Ekonomi Baru Bagi Manggarai Barat

Rencana ekspor melalui Pelabuhan Labuan Bajo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Manggarai Barat, bukan hanya sebagai destinasi pariwisata unggulan, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki produk industri dan perdagangan berdaya saing.

Pengembangan jalur ekspor ini berpotensi membuka pasar baru bagi pelaku usaha, memberikan nilai tambah terhadap produk lokal, serta mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan.

Sebagai tindak lanjut, Disdagrin akan memperkuat pendataan potensi ekspor, koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi teknis, serta perencanaan program pengembangan ekspor tahun berikutnya.

“Ekspor perdana yang direncanakan pada akhir 2026 menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat,” kata Adrianus.

Melalui sinergi pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, instansi pelayanan ekspor, dan pelaku usaha, diharapkan produk unggulan Manggarai Barat semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.***