Penulis: Gaudensius Budiman Hading || Editor: Tian Candra
Labuan Bajo – infomabar Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT PLN (Persero) atas komitmen dan kerja keras dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Flores bagian barat, khususnya di Kota Super Premium Labuan Bajo. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, dalam acara Customer Gathering 2025 bertema “Pelanggan Hebat, Energi Bersahabat” yang digelar PLN UP3 Flores Bagian Barat di Auditorium Katamaran Hotel lantai 9, Selasa (18/11/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Yulianus menegaskan bahwa ketersediaan listrik yang stabil menjadi elemen krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran aktivitas pariwisata.
“Dalam rangka percepatan pemerataan listrik, di desa-desa dan di Labuan Bajo kini hampir tidak ada lagi pemadaman. Tanpa pasokan listrik yang handal, mustahil kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Aktivitas industri pariwisata juga tidak dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa rasio elektrifikasi Manggarai Barat saat ini telah melampaui 99 persen.
“Hanya beberapa desa yang belum teraliri listrik, sekitar 2.887 kepala keluarga. Kami yakin, paling lambat tahun depan semua sudah mendapat akses listrik,” tambahnya.
Wabup Yulianus juga menegaskan komitmen Pemda dalam memperkuat kolaborasi dengan PLN serta para pelaku usaha untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan. Termasuk, kata dia, penyelesaian berbagai kendala seperti masalah lahan untuk pembangunan gardu induk.
“Kami percaya, dengan sinergi yang handal, kita akan mewujudkan Flores yang terang, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, dalam sambutannya menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat yang mencapai 4,93 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi NTT sebesar 3,74 persen. Menurutnya, pertumbuhan tersebut berbanding lurus dengan kenaikan konsumsi listrik yang melonjak hingga 12 persen pada 2025.
“Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga desa-desa. Masyarakat kini dapat memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif,” ujar Eki.
Ia juga memaparkan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih. Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas 108,49 MW dengan kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) sekitar 20 persen. Salah satu inovasi yang sudah berjalan adalah pemasangan dua unit Super Solar Charging Station (Super SCS) di Pulau Padar yang menunjang aktivitas pariwisata dan penggunaan tiket elektronik.
Ke depan, lanjutnya, PLN berencana menyediakan fasilitas serupa di Pulau Komodo. Selain itu, melalui program Renewable Energy Certificate (REC), pelanggan dapat mengklaim penggunaan listrik 100 persen dari sumber energi terbarukan.
“Terima kasih kepada Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo yang telah menjadi rumah sakit pertama di NTT yang menggunakan REC PLN sehingga operasionalnya dapat diklaim nol emisi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eki juga menyampaikan bahwa Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo meraih penghargaan sebagai Unit Layanan Terbaik Kedua se-Indonesia Timur.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, PLN menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atas dukungan penuh terhadap program-program PLN. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng.
Acara Customer Gathering turut dihadiri Forkopimda Manggarai Barat, Manager PT PLN Nusa Data Unit Pelaksana Nusa Tenggara Panuji Irawan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Maria Imakulata Etris Babur, para stakeholder, Kadin Manggarai Barat Charles Anglingwarman, pelanggan PLN, dan tamu undangan lainnya.


