Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPemkab Manggarai Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Bagi Pekerja Rentan

Pemkab Manggarai Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Bagi Pekerja Rentan

Penulis : Gery Baha 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM, bersama BPJS Ketenagakerjaan, menggelar sosialisasi dan penyerahan simbolis kartu peserta serta santunan bagi pekerja rentan dan keluarganya. Kegiatan ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kegiatan yang berlangsung di Room Meeting Primarasa, Labuan Bajo, pada Senin (17/11/2025) ini, dihadiri secara langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes dan Ketua DPRD, Benediktus Nurdin. Turut hadir pula RD. Martinus W. Wiliam, Ekonomi Keuskupan Labuan Bajo yang mewakili pihak Keuskupan Labuan Bajo sejumlah perwakilan perangkat daerah, camat, serta kepala/perangkat desa se-Kabupaten Manggarai Barat.

Wabup dr. Yulianus Weng saat memberikan sambutan. (Foto : Gery)
Wabup dr. Yulianus Weng saat memberikan sambutan. (Foto : Gery)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati dr. Yulianus Weng menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah prioritas. “Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita membangun sumber daya manusia. Perhatian terhadap tenaga kerja, khususnya pekerja rentan yang menjadi tulang punggung keluarga, mutlak diperlukan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan program ini tepat sasaran. “Kami mengajak seluruh pihak, dari tingkat kabupaten hingga desa, juga melibatkan tokoh agama dari berbagai kepercayaan, untuk bersama-sama memperluas cakupan perlindungan ini,” tambahnya.

Penyerahan Santunan dan Komitmen Bersama

Pada sesi inti acara, dilakukan penyerahan santunan secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia. Salah satu penerima, ibu Benedikta (ahli waris bapak Yakobus), dari Desa Modo, Kecamatan Lembor Selatan, menerima total santunan sebesar Rp 177 juta, yang terdiri dari santunan jaminan kematian dan beasiswa untuk dua orang anaknya.

Kadis Nakertrans, Theresia P. Asmon saat memberikan sambutan. (Foto : Gery)
Kadis Nakertrans, Theresia P. Asmon saat memberikan sambutan. (Foto : Gery)

“Terima kasih banyak. Uang ini akan saya gunakan sebaik-baiknya, terutama untuk masa depan anak-anak saya,” ujar ibu benedikta dalam testimoni yang mengharukan.

Kepala Dinas Nakertrans, Koperasi, dan UKM, Theresia P. Asmon, dalam laporannya menyebutkan bahwa pada tahun 2025, terdapat 2.829 penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD tersebar di semua Kecamatan dan Desa. Sebanyak 2.000 kartu peserta baru juga diserahkan bagi pekerja rentan di tahun ini. Theresia mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah yang konsisten mengalokasikan dana untuk program ini meski dalam situasi efisiensi anggaran.

Sementara itu, RD. Martinus Wiliam, mewakili Uskup Labuan Bajo, menyampaikan apresiasi dan komitmen Keuskupan untuk mendukung penuh program ini. “Keuskupan Labuan Bajo berkomitmen untuk berjalan bersama pemerintah daerah. Kami telah mewajibkan seluruh imam, pegawai, dan karyawan Keuskupan untuk menjadi peserta BPJS, dan kami akan mendorong hal yang sama kepada umat,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalaman nyata dimana karyawan Keuskupan yang pensiun telah merasakan manfaat langsung dari BPJS Ketenagakerjaan. “Mari kita tidak perlu ragu. Saya yakin, dengan program ini, Manggarai Barat akan jaya,” imbuhnya.

Ikrar Komitmen untuk Masa Depan Pekerja

Acara puncak ditandai dengan pembacaan komitmen bersama oleh seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Camat, Kepala Desa, hingga perwakilan tokoh agama. Komitmen tersebut berisi ikrar untuk:

  1. Mengalokasikan dana APBD yang spesifik dan tepat sasaran.
  2. Mengkoordinir dan memverifikasi data pekerja rentan secara akurat.
  3. Mensosialisasikan program ini secara gencar di tingkat desa dan dari mimbar keagamaan.
  4. Berlaku adil, jujur, dan akuntabel dalam seluruh proses.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan untuk mewujudkan Manggarai Barat yang semakin peduli, solid, dan sejahtera, dengan melindungi para pekerja sebagai aset daerah yang paling berharga.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments