Kamis, Juli 23, 2026
BerandaBerita TerkiniPasca Kunjungan Bupati Edi ke Tiwu Pai, Korban Tenggelam Ditemukan

Pasca Kunjungan Bupati Edi ke Tiwu Pai, Korban Tenggelam Ditemukan

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Setelah proses pencarian yang memakan waktu kurang lebih 9 hari, korban tenggelam di obyek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, berhasil ditemukan. Penemuan itu berlangsung sesaat setelah Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, berkunjung ke lokasi itu dan menemui keluarga korban.

Sebagaimana release yang diterima InfoMabar dari Prokopim Manggarai Barat, Bupati Edi mengunjungi keluarga korban dan berkunjung ke lokasi Tiwu Pai, Senin (19/01/2026) pagi.

Bupati Edi memeluk ayah korban. (Foto : Afri/Prokopim)
Bupati Edi saat memeluk ayah korban. (Foto : Afri/Prokopim)

Turut mendampingi Bupati Edi pada kunjungan itu antara lain Kadis Perhubungan Mabar, Adi Gunawan, Kepala Inspektorat Mabar, Belasius Oban, Anggota DPRD Kab. Mabar, Fidelis Sukur, Kabag Prokopim, Tedy Nahas, Kabag Umum, Frans Arjon, Camat Welak, Heribertus Manggar dan Kabid LinjamSos Dinas Sosial, Yulty Jalu. Rombongan diterima secara adat oleh Camat Reok Barat, Tarsisius Asong bersama jajaran serta Kepala Desa To’e dan jajaran.

Bupati Edistasius Endi saat menemui keluarga korban di rumah singgah menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang memilukan ini dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban, khususnya Ayah dan Ibu korban yang masih memilih bertahan dilokasi kejadian untuk  melanjutkan pencarian secara mandiri.

‎‎”Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat kami sangat prihatin dan merasakan luka yang timbul dengan peristiwa yang terjadi dan terus memantau perkembangan peristiwa ini,” ungkap Bupati Edistasius.

Dihadapan keluarga korban, ‎Bupati Edi menegaskan komitmen pemerintah  Kabupaten Manggarai Barat untuk terus memberikan penguatan dan dukungan penuh  kepada keluarga korban untuk dapat melewati situasi sulit ini. Bupati Edi meyakinkan keluarga korban bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini.

“Secara pribadi dan sebagai pemerintah daerah, kita turut merasakan kesedihan yang mendalam atas kejadian ini. Yang perlu saya sampaikan bahwa keluarga tidak sendiri, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan selalu hadir dan terus mendukung proses pencarian dan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, kalian tidak sendiri” kata Bupati Edistasius.

Selain memberikan dukungan moril, pada kesempatan itu, Bupati Edi juga menyerahkan bantuan uang tunai, bantuan beras dan makanan siap saji yang dapat digunakan keluarga korban dan relawan serta masyarakat guna mendukung kegiatan proses pencarian yang masih dilakukan secara mandiri.

Bupati Edistasius menegaskan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan terus memperkuat koordinasi bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan serta warga masyarakat terkait situasi ini.

Bupati juga menyampaikan terimakasihnya kepada anggota Basarnas, TNI/Polri, pemerintah Kecamatan Reok Barat, Pemdes To’e serta warga masyarakat yang turut dan membantu proses pencarian lanjutan.

Bupati Edistasius juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi kejadian bersama aparat TNI/Polri serta Pemerintah Kecamatan Reok Barat, Pemdes To’e dan warga masyarakat. Di lokasi, Bupati Edistasius menyaksikan langsung proses pencarian yang masih terus dilakukan oleh relawan, unsur TNI/Polri dan warga sekitar.

Jasad korban saat dibopong warga dari lokasi penemuan. (Foto : Ist.)
Jasad korban saat dibopong warga dari lokasi penemuan. (Foto : Ist.)

Sebagaimana diberitakan, Korban bernama Armedo W. Jeferson (13), siswa kelas VIII SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Ruteng asal desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan hilang setelah berenang di lokasi kejadian pada Minggu (11/01/2025).

Sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) Basarnas, upaya Pencarian terhadap korban terpaksa ditutup tim SAR Gabungan pada Sabtu (17/01) setelah sebelumnya melakukan upaya pencarian selama 7 hari.

Namun upaya pencarian masih dilanjutkan oleh keluarga korban  yang dibantu warga sekitar dan sejumlah arapat, hingga akhirnya ditemukan pada Senin (19/01/2026) siang, sesaat setelah Bupati Edi mengunjungi lokasi itu.

Lokasi korban ditemukan, jauh dari titik awal tenggelam. Sekitar 1 kilometer dari lokasi Tiwu Pai. Jasad korban diduga  terseret arus air sungai. Sejumlah warga yang sedang mencari kayu bakar menemukan jasad korban di aliran sungai tepatnya di wilayah Dusun Lengo Alo, Kampung Kalo.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments