Home Berita Terkini Wabup Mabar Prihatin, Gizi Anak Belum Jadi Prioritas

Wabup Mabar Prihatin, Gizi Anak Belum Jadi Prioritas

0
9
Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng, saat memberikan bantuan terhadap orang tua Balita. (Foto : Gonsalez)
Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, mengaku sangat prihatin, karena tidak sedikit orang tua di Manggarai Barat masih mengabaikan pemenuhan gizi terhadap anak. Persoalan kian komplit karena pemberian ASI ekslusif juga masih sangat rendah.

Keprihatinan ini diungkapkan Wabup Yulianus dalam acara penyerahan bantuan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digelar di kantor Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Senin (08/09/2026).

Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng, saat memberikan sambutan. (Foto : Gonsalez)

Dalam sambutannya, orang nomor dua di Manggarai Barat itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap budaya pemberian makanan dalam keluarga yang masih “keliru”.

Ia mencontohkan, kebiasaan masyarakat yang sering memberikan bagian terbaik dari makanan kepada kepala keluarga, sementara anak-anak justru mendapatkan bagian yang kurang bergizi.

“Kalau ada potong ayam di keluarga, daging yang enak itu kasih anak. Jangan kasih bapaknya duluan. Sebab yang butuh gizi adalah anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan,” imbuhnya.

Wakil Bupati juga menyoroti kebiasaan para ayah yang lebih memprioritaskan membeli rokok dan pulsa dibandingkan makanan bergizi untuk anak.

“Kalau ada penghasilan, yang dibeli duluan rokok dan pulsa. Biskuit untuk anak? Belakangan, kalau ada uang kecil” ucapnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya masa 1000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak anak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Menurutnya, 80 persen perkembangan otak bayi terjadi saat masih dalam kandungan, sehingga ibu hamil wajib mendapatkan asupan gizi yang cukup.

“Kalau ada ibu hamil gemuk segar, bagus. Bayi yang dikandungnya juga mendapat gizi yang baik,” jelasnya.

Selain persoalan gizi, Wakil Bupati juga menyoroti rendahnya pemberian ASI eksklusif di Manggarai Barat. Ia menceritakan fenomena bayi usia 1-2 bulan yang sudah diberikan makanan pendamping oleh neneknya saat orang tua bekerja.

“Itu salah besar. ASI eksklusif harus diberikan sampai 6 bulan, jangan dikasih lain,” tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan PT Elnusa Petrofin yang menyerahkan bantuan bagi 13 keluarga berisiko stunting. Ricky Susanto, Supervisor PT Elnusa Petrofin, menyatakan program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR perusahaan yang bertepatan dengan sosialisasi dari Dinas P2KB.

“Semoga pemberian dari perusahaan kami bisa membantu program pemerintah Manggarai Barat untuk mengatasi stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KB melaporkan bahwa berbagai instansi vertikal seperti Pelindo, Imigrasi, PLN, dan Bulog juga telah menyatakan komitmen mendukung program penanganan stunting di daerah tersebut.

Wakil Bupati mengingatkan bahwa program ini merupakan bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045. Anak-anak saat ini akan menjadi generasi penerus di tahun tersebut, sehingga harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

“Kita mempersiapkan Indonesia Emas, anak-anak nanti di tahun 2045 menjadi generasi yang sehat dan cerdas, bisa membangun daerah dan negara ini,” pungkasnya.

Diakhir kegiatan tersebut wakil Bupati Manggarai Barat, kepala Dinas P2KB dan perwakilan PT Elnusa Peteofin menyerahkan secara langsung bantuan terhadap 13 keluarga beresiko stunting di wae kelambu ***