Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara resmi mengumumkan berakhirnya masa tanggap darurat bencana di wilayah itu pada Jum’at, 11 September kemarin. Tetapi hingga kini, Tim Relawan dari Kementerian Kesehatan RI masih setia melakukan pelayanan kesehatan kepada korban gempa di Manggarai Barat, dari satu titik ke titik yang lain.
Demikian keterangan yang diperoleh media ini dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon, yang dihubungi Sabtu (12/09/2026) pagi.

“Tim Relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih tetap berada di Manggarai Barat dan melakukan pelayanan kesehatan secara keliling dari satu titik ke titik yang lainnya. Pelayanan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 19 September 2026,” jelas Kadis Theresia.
Tim relawan Kemenkes tiba di Labuan Bajo pada Selasa (8/9/2026) lalu. Kedatangan mereka diterima Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, di Aula Kantor Bupati, kemudian dilepas untuk menjalankan misi pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah di Manggarai Barat yang terdampak gempa.
Baca : Lepas Relawan Kemenkes RI Gelombang Ke-2, Wabup Yulianus Singgung Trauma Gempa Susulan
Tim tersebut datang dengan kekuatan lengkap. Sebanyak 19 tenaga kesehatan diterjunkan dan dibagi menjadi dua tim untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pelayanan.
Mereka terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter obstetri dan ginekologi (Obgyn), psikolog, dokter umum hingga apoteker.
Dalam menjalankan tugasnya, para relawan ini turut didampingi oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat serta tenaga kesehatan dari Puskesmas di wilayah yang menjadi lokasi pelayanan.
“Nyaris tidak ada off day. Mereka bekerja setiap hari, tanpa jeda,” ungkap Theresia.
Setiap kali membuka pelayanan di satu titik, lanjutnya, rata-rata terdapat sekitar 200 hingga 300 warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan.
Tidak hanya pelayanan medis, tim relawan juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang terdampak bencana gempa.
Para psikolog dan dokter turut melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di sekitar lokasi pelayanan untuk memberikan pendampingan kepada para siswa.
Hingga Sabtu (12/9/2026), sedikitnya empat desa telah dijangkau tim relawan Kemenkes. Keempat desa tersebut yakni Desa Ranggu di Kecamatan Kuwus, Desa Golo Wedong di Kecamatan Kuwus Barat, serta Desa Rehak dan Desa Orong di Kecamatan Welak.
Pelayanan selanjutnya dijadwalkan menyasar Desa Benteng Dewa dan Desa Lalong di Kecamatan Lembor Selatan.
“Targetnya hari ini, Sabtu (12/9/2026), di Desa Benteng Dewa dan Desa Lalong. Sedangkan keesokannya, hari Minggu, dua desa di Kecamatan Komodo, yaitu Golo Pongkor dan Golomori,” jelas Theresia.
Pelayanan keliling tersebut akan terus dilakukan hingga pekan depan dengan jadwal yang telah dikoordinasikan bersama pihak Puskesmas.
Theresia mengatakan, sesuai agenda awal, masa pelayanan tim relawan akan berakhir pada 19 September 2026. Sementara mengenai kemungkinan perpanjangan masa tugas, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Kemenkes.
“Sesuai agenda, pelayanan tim ini akan berakhir pada tanggal 19 September. Apakah setelah itu lanjut atau tidak, masih menunggu informasi dari Kemenkes. Jika masa tugas mereka diperpanjang oleh Kemenkes, maka mereka tentu akan terus melakukan pelayanan,” terangnya.
Selama masih ada warga yang membutuhkan, kata Kadis Theresia, para relawan Kemenkes tentu akan memilih untuk tetap berada di tengah masyarakat Manggarai Barat.
Mereka datang bukan untuk tinggal lama, tetapi untuk memastikan bahwa di tengah masa sulit setelah gempa, masyarakat tidak merasa berjalan sendirian.***



