Home Berita Terkini Lepas Relawan Kemenkes RI Gelombang Ke-2, Wabup Yulianus Singgung Trauma Gempa Susulan

Lepas Relawan Kemenkes RI Gelombang Ke-2, Wabup Yulianus Singgung Trauma Gempa Susulan

0
32
Wabup Yulianus (tengah) diapiti Kadis Kesehatan dan Sekretaris Dinkes, saat melepas tim relawan. (Foto : Gonsalez)
Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, secara resmi melepas puluhan relawan tenaga kesehatan Kemenkes RI gelombang ke-2 yang akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.  Kepada tim relawan, Wabup Yulianus mengingatkan bahwa masyarakat masih banyak yang khawatir dengan gempa susulan.

Sebagaimana disaksikan InfoMabar, pelepasan tim relawan kemenkes RI gelombang ke-2 ini berlangsung dalam suasana khidmat, di Aula kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (08/09/2026).

Wabup Yulianus (tengah belakang) saat foto bersama tim relawan Kemenkes Gelombang ke-2. (Foto : Gonsalez)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati dr. Yulianus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para relawan yang telah bersedia datang dan mengabdikan diri di Manggarai Barat.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Manggarai, kami menyampaikan selamat datang. Banyak pengabdian di Manggarai Barat, banyak perhatian kepada masyarakat yang berada dalam situasi dan kondisi bencana yang berbeda saat ini,” ujar dr. Yulianus.

Orang nomor dua di Manggarai Barat itu menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan tugas di lapangan menemui berbagai kendala, mengingat situasi yang tidak biasa pascagempa. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat sudah kembali menginap di rumah masing-masing, namun ketakutan akan gempa susulan masih membayangi.

“Mereka sekarang sebagian besar sudah menginap Kembali di rumah masing-masing, tapi pasti nginapnya di dekat pintu. Ini situasi yang harus dipahami. Orang Manggarai terkenal sangat menghormati tamu, jadi sekali lagi mohon dimaklumi kalau nanti banyak hal ditemukan kurang berkenan di lapangan,” jelasnya.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan seperti Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, serta teman-teman dari dinas terkait jika menemui berbagai kendala.

Wabup Yulianus memberikan pesan motivasi kepada para relawan bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan dengan tulus dan penuh sukacita pasti akan mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Memang tidak ada yang didapatkan, tapi saya yakin Tuhan pasti akan membalas. Mungkin saat ini bapak ibu belum terima balasan, mungkin bukan bapak ibu yang terima, tapi mungkin ke adiknya, ke anaknya. Tuhan membalas hal baik itu mungkin bukan kepada kita, tapi nanti dia akan beri pada saat kita butuh,” ungkapnya.

Dengan penuh semangat, Wakil Bupati secara resmi menerima kehadiran para relawan dan melepas mereka untuk melakukan pengabdian. Ia mengingatkan agar para relawan menjaga kesehatan dan tetap tangguh selama bertugas.

“Kami tidak senang kalau datangnya baik, pulangnya misalnya sakit. Relawan yang tangguh itu selalu tangguh—datang dalam keadaan baik, bekerja tangguh, pulang juga dalam keadaan baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, melaporkan bahwa relawan Kemenkes Gelombang ke-2 ini berjumlah 27 orang, dengan komposisi 15 orang dari Kemenkes, yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam,  dokter spesialis anak, dokter ahli obgin (obstetri dan ginekologi/kandungan),  dokter dokter umum, psikolog, tenaga farmasi dan 2 orang PIC (Person in Charge). Selain itu juga ada relawan PMI sebanyak 5 orang yang terdiri dari dokter dan perawat, 4 orang perawat jiwa dari Dinkes Provinsi NTT dan 3 orang dari Dirjen SKK Kemenkes.

Theresia juga melaporkan bahwa relawan Kemenkes Gelombang 1 telah menyelesaikan tugasnya dan pulang dengan capaian pelayanan yang signifikan. Mereka telah berkeliling melayani di 10 desa tersulit di seluruh Kabupaten Manggarai Barat, 7 puskesmas,  Bekerja sama dengan RS Karyadi Semarang,  Melayani lebih dari 2.000 pasien, Pelayanan dikolaborasikan dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Manggarai Barat pada waktu-waktu tertentu, termasuk hari Minggu.

Pelepasan relawan Kemenkes Gelombang ke-2 ini menandai kelanjutan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Manggarai Barat yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.***