BerandaBerita TerkiniMasa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, Pemkab Mabar Fokus Penanganan Rumah Rusak Akibat...

Masa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, Pemkab Mabar Fokus Penanganan Rumah Rusak Akibat Gempa

Penulis : Sebinus dan Gery 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Masa tanggap darurat bencana untuk wilayah Kabupaten Manggarai Barat, berakhir hari ini, Jum’at, 11 September 2026. Logistik bantuan dari pusat, provinsi dan pihak-pihak lainya telah disalurkan. Dan kini Pemkab Manggarai Barat fokus pada penanganan rumah warga yang rusak karena gempa.

Demikian beberapa poin laporan yang disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, kepada Gubernur NTT, Melki Laka Lena,   dalam Rapat Koordinasi bersama pemerintah provinsi NTT, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mabar, Jumat (11/9/2026).

Rakor yang dipimpin Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (Foto : Gery Baha)

Rapat Koordinasi ini dipimpin oleh Gubernur Melki, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD Pemprov NTT, Forkopimda, Perwakilan BNPB, Instansi Vertikal, dan seluruh pimpinan OPD tingkat Kabupaten Manggarai Barat.

Pada kegiatan rapat itu, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng diberi kesempatan untuk melaporkan perkembangan penanganan bencana gempa 7,7 SR untuk wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Hal pertama yang dilaporkan oleh Wabup Yulianus adalah bahwa masa tanggap darurat bencana gempa di Manggarai Barat resmi berakhir pada hari ini, Jum’at (11/09/2026).

“Secara singkat kami laporkan, pertama, masa tanggap darurat gempa di Manggarai Barat berakhir hari ini, 11 September 2026,” ujar Wabup.

Selain itu, Wabup Yulianus juga melaporkan bahwa berdasarkan hasil pendataan, total rumah di wilayah Kabupaten Manggarai Barat yang terdata terdampak gempa sebanyak 13.296 unit. Rinciannya: yang masuk kategori Rusak Berat sebanyak 397 unit, Rusak Sedang sebanyak 1.400 unit, Rusak Ringan sebanyak 3.892 unit dan Tidak Sesuai Klasifikasi sebanyak 8.007 unit atau 58,6%.

“Pendataan kami libatkan tenaga PPL dan PKB karena mereka aktif di desa, paham wilayah, dan bisa gunakan Open Camera serta GPS. Jadi data rumah, siapa pemilik, dan letaknya bisa akurat,” jelas Wabup.

Selain rumah warga, kepada Gubernur NTT, Wabup Yulianus juga melaporkan rincian kerusakan fasilitas publik, seperti fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas public lainya.

Dilaporkan bahwa untuk fasilitas Pendidikan, sebanyak 72 gedung sekolah terdampak. Rinciannya gedung SD sebanyak 109 unit ruang, Gedung SMP sebanyak 65 unit dengan totsal jumlah ruang kelas sebanyak 256 ruang. Untuk sekolah-sekolah yang rusak ini, Pemkab menyiapkan ruang kelas darurat, ukuran 7×8 meter yang rangkanya disiapkan atas partisipasi masyarakat dan atapnya berupa terpal dari pemerintah.

Sedangkan untuk fasilitas Kesehatan, ada 20 Puskesmas terdampak ringan. Agar pelayanan Kesehatan tetap berjalan, maka Pemkab Mabar telah memasang tenda darurat ukuran 6 x 12 meter dan 6 x 8 meter, sumbangan dari dari BNPB.

“Dari 78 tenda yang diterima dari BNPB, kini tersisa 1 unit yang ada di posko,” jelas Wabup Yulianus.

Wabup Yulianus juga melaporkan bahwa falitas Lainnya yang terdampak gempa adala 52 unit tempat ibadah dan 54 titik infrastruktur umum..

Disebutkan Wabup Yulianus bahwa Pemkab Manggarai Barat saat ini fokus pada penanganan rumah warga. Karena logistik bantuan dari pusat dan provinsi telah disalurkan ke seluruh desa dengan melibatkan UPT dan kendaraan dinas.

“Untuk dana tanggap darurat dari BNPB kami siapkan Rp 13 miliar. Yang sudah dicairkan Rp 5,5 miliar. Dari Banpres sudah Rp 4,1 miliar. Penyaluran menyesuaikan RKP masing-masing,” terang Wabup.

Ia juga melaporkan masyarakat sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Namun Pemkab tetap fokus mendampingi, terutama warga yang masih tidur di halaman rumah.

Wabup meminta semua pihak tetap semangat dan sabar dalam menghadapi keluhan masyarakat. “Kita harus banyak sabar. Jangan sampai ada yang bilang pemerintah pilih kasih. Kita pastikan tidak ada satu tempat pun yang terkecil tidak tersentuh bantuan pemerintah,” tegasnya.

Ia juga berterima kasih kepada BNPB, TNI-Polri, dan seluruh pihak yang terus berdiskusi dan mendampingi Pemkab Mabar dalam situasi bencana ini.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments