Penulis : Sebinus Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manggarai Barat, Yoanes Kardinto, memberi apresias atas kerja cepat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam penanganan bencana gempa bermagnitudo 7,7 SR. Penanganan yang cepat berdampak sangat positif pada masa pemulihan bagi para korban.
Apresiasi itu disampaikan Kajari Yoanes dalam rapat validasi dan sinkronisasi data kerusakan rumah akibat gempa, bersama Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, unsur Forkopimda, Pj. Sekda, Pius Baut, dan seluruh OPD di aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (9/9/2026) sore.

“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi apa yang Bapak-Ibu kerjakan dengan penanganan bencana di Kabupaten Manggarai Barat. Sangat luar biasa. Orang juga senang mengapresiasi apa yang telah kita lakukan. Pekerjaannya sangat cepat,” ujar Kajari Yoanes.
Kajari Manggarai Barat sependapat dengan Bupati Edistasius Endi, terkait pengakhiran masa tanggap darurat agar bisa segera masuk pada masa pemulihan.
“Saya sependapat dengan Pak Bupati, jangan terlalu lama terkait masa tanggap darurat. Kita harus move on, harus bergerak cepat untuk bisa melangkah pada tahap selanjutnya,” katanya.
Kajari Yoanes juga menyinggung 3 hari masa sanggah atas publikasi data-data rumah yang menjadi korban gempa. Menurutnya, dengan durasi 3 hari, tim yang sudah dibentuk bisa segera melakukan audit dan pemeriksaan terhadap sanggahan masyarakat. Hasilnya bisa langsung ditindaklanjuti sehingga SK penetapan dan penyaluran bantuan dapat segera dieksekusi.
“Kita sampaikan keputusan tim melalui Camat, Lurah, Kades. Apa yang dikeluhkan masyarakat bisa cepat kita tanggapi. Anggaran juga terus berjalan, jangan terlalu lama,” tegasnya.
Kajari Yoanes juga berbagi pengalaman saat membantu distribusi logistik pascagempa. Ia menyebut koordinasi dengan BPBD berjalan baik meski sempat terkendala jaringan dan keterlambatan pesawat bantuan.
“Kita kerja 3 hari, dari Sabtu sampai Senin sampai jam 4 pagi. Bantuan dari pusat harus segera sampai. Terima kasih BPBD yang sudah mendukung kendaraan untuk mensuplai logistik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebagian bantuan ditampung di gudang BPBD dan sebagian di gudang Kementerian Pertanahan di Wae Kelambu. Distribusi diprioritaskan ke Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada terlebih dahulu, sehingga untuk Mabar dilakukan belakangan.
Kajari mengingatkan agar seluruh tim tidak boleh terpengaruh kabar negatif atau omongan miring dari masyarakat.
“Mungkin ke depan ada suara-suara miring, merasa tidak puas. Itu wajar. Bukan tidak dilayani, tapi kita layani sesuai prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama,” pesannya.***



