Kamis, Juli 2, 2026
BerandaBerita TerkiniLaila Himayati Beberkan Capaian Program Urban Future di Manggarai Barat

Laila Himayati Beberkan Capaian Program Urban Future di Manggarai Barat

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, Info Mabar,- Sejak Program Urban Future diluncurkan pada tahun Januari 2024 hingga saat ini, tercatat 19 kelompok orang muda Manggarai Barat telah mengikuti pelatihan dan presentasi ide sistem pangan, yang kemudian dilanjutkan ke tahap implementasi nyata. Sebanyak 47 orang muda bahkan telah mendapatkan pendampingan intensif kewirausahaan pangan, mulai dari pelatihan hingga memiliki legalitas usaha dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis.

Demikian pemaparan yang disampaikan Laily Himayati selaku Regional Coordinator Urban Futures Indonesia, saat menyampaikan sambutan pada Kegiatan Pasar Pangan Kreatif yang berlangsung di Lapangan Parkir Kampung Ujung, Labuan Bajo, Rabu (29/04/2026).

Stand-stand pameran di Pasar Kreasi Pangan. (Foto : Gery Baha)

Orang-orang muda di Kabupaten Manggarai Barat, jelas Maya, begitu ia biasa disapa, telah menunjukkan peran sentral dalam mendorong perubahan sistem pangan menuju arah yang lebih inklusif, berketahanan, dan berkelanjutan.

“Program Urban Futures menempatkan orang muda sebagai aktor utama, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Mereka kami dampingi dalam praktik pertanian berkelanjutan, kewirausahaan pangan, hingga kampanye publik,” ujar Maya di hadapan Bupati Manggarai Barat dan jajaran pemerintah daerah.

Maya membeberkan, hingga saat ini, tercatat 19 kelompok orang muda telah mengikuti pelatihan dan presentasi ide sistem pangan, yang kemudian dilanjutkan ke tahap implementasi nyata. Sebanyak 47 orang muda bahkan telah mendapatkan pendampingan intensif kewirausahaan pangan, mulai dari pelatihan hingga memiliki legalitas usaha dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis.

Tidak hanya itu, 94 orang muda telah dilatih untuk mengelola sisa pangan dan sampah makanan, sebuah langkah penting dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Yang paling membanggakan, lebih dari 15.000 orang di Manggarai Barat telah tersentuh kampanye publik tentang pangan lokal yang sepenuhnya digerakkan oleh orang muda.

Peran pemuda juga telah menembus ranah kebijakan. Mereka turut berkontribusi dalam penyusunan Naskah Akademik dan Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait pangan. Selain itu, kelompok-kelompok orang muda kini telah terbentuk di seluruh kecamatan di Manggarai Barat sebagai wadah pengorganisasian dan penguatan kapasitas. Bahkan, partisipasi penyandang disabilitas juga mendapat perhatian, di mana orang muda disabilitas diberikan peningkatan kapasitas tentang hak atas pangan dan gizi.

“Pasar Pangan Kreasi hari ini adalah ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai aktor, namun fokus terbesar adalah pada inisiatif yang dipimpin orang muda. Kita akan melihat langsung bagaimana kewirausahaan muda di sektor pangan, inovasi ‘Apa Bumi’, hingga film dokumenter dari perspektif orang muda tentang dinamika sistem pangan lokal,” tambah Maya.

Ke depan, pihaknya Bersama pihak-pihak terkait berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk mengoptimalkan sarana di Balai Latihan Kerja (BLK) dan PLUT, guna menghidupkan hilirisasi produk dan memperbesar peran orang muda.

“Mari kita bersama belajar, berinoivasi, dan berkolaborasi. Semua inisiatif baik yang sudah dimulai oleh orang muda ini harus dilanjutkan dan direplikasi demi terwujudnya transformasi sistem pangan yang inklusif, berketahanan, dan berkelanjutan di Manggarai Barat,” pungkas Maya.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments