Sumber : Release Dinkes Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menegaskan pentingnya upaya luar biasa (extraordinary effort) dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah. Sebab, program itu bukan sekadar skrining kesehatan, tetapi merupakan langkah strategis menuju transformasi layanan kesehatan yang lebih preventif dan promotive.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan CKG di Sekolah yang berlangsung di Hotel Prundi, Labuan Bajo, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat, para pengawas SD dan SMP se-Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan beserta staf, serta para Kepala Puskesmas dan pengelola program CKG dari 26 Puskesmas.
Dalam arahannya, Kadis Kesehatan menjelaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari kebijakan nasional melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menjadi implementasi dari visi pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden 2024–2029.
“Program ini bukan sekadar skrining kesehatan, tetapi merupakan langkah strategis menuju transformasi layanan kesehatan yang lebih preventif dan promotif, sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” tegas Adrianus Ojo.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan saat ini memprioritaskan tiga agenda utama, yaitu pembangunan rumah sakit berkualitas di seluruh daerah, penurunan kasus Tuberkulosis sebesar 50 persen dalam lima tahun, serta pelaksanaan CKG secara masif dan terstruktur.
Dalam paparannya, Kadis Kesehatan menyoroti kondisi kesehatan anak dan remaja secara nasional yang menunjukkan tren mengkhawatirkan. Data menunjukkan bahwa masih terdapat tingginya angka perilaku
merokok pada remaja, anemia pada anak, rendahnya aktivitas fisik, hingga masalah kesehatan mental.
“Ini adalah alarm serius. Kesehatan anak sekolah bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan perilaku. Jika tidak kita tangani sejak dini, maka kita akan menghadapi generasi dengan risiko kesehatan yang kompleks di masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adrianus Ojo memaparkan kondisi kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat yang masih menghadapi berbagai tantangan serius, antara lain fluktuasi angka kematian ibu dan bayi, peningkatan kasus Tuberkulosis, serta tren kenaikan gangguan kesehatan jiwa.
Selain itu, prevalensi stunting yang masih berada di atas 11 persen menjadi perhatian penting yang membutuhkan intervensi sejak usia sekolah.
“Data ini menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan berlapis. Oleh karena itu, intervensi sejak usia sekolah melalui program CKG menjadi sangat penting dan strategis,” tegasnya.
Sejak diluncurkan secara nasional pada Februari 2025, program CKG di Manggarai Barat telah menjangkau lebih dari 23 ribu masyarakat. Namun, capaian tahun 2026 masih jauh dari target yang ditetapkan.
Untuk kelompok anak sekolah, realisasi baru mencapai sekitar 1,9 persen dari target lebih dari 56 ribu siswa.
“Angka ini menunjukkan bahwa kita masih membutuhkan lompatan besar. Tidak bisa lagi bekerja biasa-biasa saja. Kita harus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih terkoordinasi,” tegas Adrianus.
Dalam pelaksanaannya, program CKG masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan alat kesehatan, benturan jadwal dengan kegiatan sekolah, serta rendahnya partisipasi masyarakat.
Untuk itu, Kadis Kesehatan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia pendidikan dan Kementerian Agama.
Kepada para pengawas sekolah, ia berharap adanya dukungan dalam penyediaan waktu pelaksanaan serta penguatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Sementara kepada para Kepala Puskesmas, ia menegaskan pentingnya membangun kemitraan aktif dengan sekolah serta melakukan pendekatan inovatif di lapangan.
Mengakhiri arahannya, Adrianus Ojo menegaskan bahwa program CKG bukan sekadar program rutin, melainkan sebuah investasi besar dalam menyelamatkan generasi masa depan.
“CKG adalah fondasi menuju Manggarai Barat yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Ini adalah upaya nyata kita dalam menjaga masa depan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan evaluasi secara serius, terbuka, dan berorientasi pada solusi, sehingga menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat segera diimplementasikan.***


