Penulis : Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Untuk mengawal pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk BTS 4G, Satelit SATRIA-1, dan Palapa Ring, guna memastikan akses internet publik yang berkualitas, terjangkau, dan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Komisi I DPR RI melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Desa Cunca Wulang Kecamatan Komodo jadi lokus.
Disakiskan InfoMabar, Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (27/11/2025).

Rombongan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I, Anton Sukartono Suratto, diterima dengan hangat melalui tradisi tuak curu dan manuk kapu oleh tetua adat setempat. Turut hadir dalam kunjungan ini Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Fadhilah Mathar serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Komonukasi dan Informatika Manggarai Barat, Camat Mbeliling, Kepala Desa Cunca Wulang, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Anton Sukartono Suratto menekankan pentingnya akses internet yang merata sebagai penopang ekonomi dan pendidikan di era digital. “Internet jangan digunakan untuk hal yang macam-macam. Gunakan untuk hal positif, untuk membuka peluang ekonomi, mencari informasi, dan menunjang pendidikan. Jangan sampai ada daerah di Indonesia yang menjadi ‘blank spot’ tanpa sinyal,” tegas Anton.
Ia juga menyatakan komitmen Komisi I DPR RI untuk terus mengawal anggaran dan realisasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang tertinggal. Kita ingin NTT bukan singkatan dari Nanti Tuhan Tolong, tetapi menjadi daerah yang Terdepan, Termakmur, dan Tersejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Fadhilah Mathar selaku Dirut Bakti menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi I DPR RI yang memungkinkan alokasi anggaran untuk pembangunan BTS dan peningkatan akses internet. Ia menjelaskan, BTS 4G di Desa Cunca Wulang merupakan salah satu yang terdekat dengan pusat desa “BTS ini memiliki tower setinggi 32 meter dengan antena sektoral kalua dilihat dari catatan kami penggunanya bisa sampe 120 hingga 200 pengguna per hari, jadi memang sangat dibutuhkan. Kami juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga pemelihara,” jelas Fadhilah.
Meski telah ada peningkatan kapasitas dari 4 Mbps menjadi 6 Mbps, Fadhilah mengakui bahwa kebutuhan akses internet di daerah ini masih tinggi, mengingat lokasinya yang juga menjadi destinasi wisata. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas secara bertahap, menargetkan hingga 8 Mbps. Namun, tantangannya adalah lokasi yang masih mengandalkan koneksi satelit karena jauh dari jaringan fiber optik,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Manggarai Barat, Hildegunda Kartini Tulus, yang mewakili Bupati dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa akses internet di Cunca Wulang yang sebelumnya hanya 4 Mbps telah ditingkatkan menjadi 6 Mbps berkat bantuan BAKTI. Namun, ia juga menyoroti kondisi geografis Manggarai Barat yang masih memiliki banyak ‘blank spot’. “Penduduk kami tersebar, jarak antar dusun jauh. Kami mohon perhatian lebih karena akses internet sangat vital, termasuk untuk layanan kesehatan digital dan pendidikan,” pintanya.
Dalam sesi tanya jawab, seorang perwakilan masyarakat (bapak felix) menyampaikan keluhan mengenai jaringan telepon biasa (GSM) yang tidak berfungsi sejak BTS 4G beroperasi, serta harapan agar kestabilan internet dapat dipertahankan. Menanggapi hal ini, Fadhilah Mathar menjelaskan bahwa BTS yang dibangun BAKTI sejak 2018 memang fokus pada layanan data (4G) dan tidak lagi memasang modul 2G untuk telepon GSM tradisional.
“Kalau pakai HP lama untuk telepon biasa memang tidak bisa. Tapi dengan internet, Bapak bisa melakukan panggilan WA (WhatsApp Call) atau video call yang lebih murah. Kami meyakini ekonomi digital bisa tumbuh dengan pondasi internet ini,” jelasnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghubungi hotline HALO BAKTI jika mengalami kendala.
Kunjungan kerja diakhiri dengan pemantauan langsung ke lokasi infrastruktur BTS BAKTI di Desa Cunca Wulang oleh seluruh rombongan, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengawal pemerataan akses internet hingga ke daerah tertinggal. Kehadiran BTS 4G diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan ekonomi lokal, serta memperlancar arus informasi dan komunikasi di Manggarai Barat.***


