Senin, Juni 8, 2026
BerandaBerita TerkiniPuskesmas Labuan Bajo Optimalkan Posyandu Lansia

Puskesmas Labuan Bajo Optimalkan Posyandu Lansia

Penulis : Sebinus Abel 
Editor   : Hans

Labuan Bajo : Info Mabar– UPTD Puskesmas Labuan Bajo terus menggencarkan optimalisasi layanan Posyandu Lanjut Usia (Lansia) guna menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah kerjanya. Langkah ini diambil untuk memastikan kelompok usia rentan mendapat akses kesehatan yang merata dan pemantauan kondisi fisik secara berkala.

Kepala UPTD Puskesmas Labuan Bajo, Relitasi Goreti Ilut mengatakan, layanan Posyandu Lansia memegang peranan vital dalam mendeteksi berbagai penyakit degeneratif sejak dini.

Kepala UPTD Puskesmas Labuan Bajo saat memberikan arahan kepada peserta posyandu lansia. (Foto: Bion)

“Pelayanan yang kami berikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, skrining berat dan tinggi badan, pengecekan laboratorium sederhana seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta konsultasi medis lainnya,” jelas Relitasi Goreti Ilut saat dikonfirmasi Info Mabar, Senin (8/6/2026).

Dijelaskanya, warga lansia di wilayah kerjanya saat ini tercatat sebanyak 1.795 orang, tersebar di 8 Desa dan 1 Kelurahan wilayah kerja UPTD Puskesmas Labuan Bajo. Dari jumlah itu, lansia yang sudah mengakses layanan puskesmas sebanyak 652 orang. UPTD Puskesmas Labuan Bajo sudah memiliki 34 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Lansia juga dilayani di posyandu ini bersama kelompok usia lainnya.

Capaian layanan Posyandu Lansia di UPTD Puskesmas Labuan Bajo hingga Mei 2026 belum memenuhi target yang ditetapkan. Rita menyebut target capaian Posyandu Lansia hingga Mei 2026 adalah 41%. Namun realisasi sementara baru mencapai 36,3%. Dengan demikian masih memiliki kesenjangan sebesar 3,7%, terang Rita.

Para peserta posyandu lansia puskesmas Labuan Bajo. (Foto: Bion)

Untuk mengejar sisa target tersebut, pihaknya mengambil dua langkah percepatan:

  1.  Pertama : Membuka layanan mobile PKG atau Pelayanan Kesehatan Gratis untuk mendekatkan layanan dengan masyarakat.
  2.  Kedua : Membuka pelayanan khusus lansia di dalam gedung puskesmas setiap hari Senin – Rabu, sehingga akses pelayanan lansia lebih cepat dan tidak perlu antre dengan pasien umum.

Dengan 2 strategi ini diharapkan cakupan skrining kesehatan lansia bisa naik. Deteksi dini penyakit degeneratif seperti hipertensi , diabetes dan kolesterol jadi lebih cepat.

“Saya berharap para lansia di 8 desa dan 1 kelurahan dimanapun berada agar bisa mengikuti Posyandu ILP sesuai jadwal yang sudah ditentukan di wilayah kerja masing-masing. Tujuannya agar setiap lansia bisa@ mendapatkan skrining kesehatan secara berkala, demi meningkatkan derajat hidup sehat. Lansia sehat untuk mendukung Indonesia yang hebat,” tutupnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments