
Penulis : Sebinus dan Mathildis Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan duka yang mendalam atas meninggalnya relawan dari Ikatan Arsitektur Idonesia (IAI), Gregorius Agung Setyonugroho, saat sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah Manggarai Barat. Jenasahnya kini diterbangkan ke Jogyakarta melalui Bandara Udara Komodo, Labuan Bajo.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, saat dihubungi media ini mengakui bahwa peristiwa kematian Arsitek Gregorius Agung Setyanugraha, telah meninggalkan duka yang dalam bagi Pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berduka yang dalam atas peristiwa meninggalnya relawan dari IAI ini,” jelas Penjabat Sekda Pius Baut, Senin (14/09/2026) pagi.
Arsitek Gregorius tiba di Labuan Bajo pada Sabtu, 12 (12/09/2026), untuk melakukan pemantauan dan penilaian terhadap kerusakan bangunan rumah warga yang rusak karena gempa Flores bermagnitudo 7,7 SR. Dia bertugas di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.
Pada hari Minggu (13/09/2026), sekitar pukul 16.20 ia dibawa oleh rekan-rekannya sesama relawan ke RSUD Komodo, karena tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa oleh sejumlah dokter rumah sakit, ternyata kondisinya sudah tidak tertolong.
“Ia tiba dalam kondisi Death On Arrival atau sudah meninggal dunia,” jelas Plt. Direktur RSUD Komodo, Paulus Ndarung, sebagaimana dilaporkanya kepada Bupati, Wakil Bupati dan Pj. Sekda Mabar melalui WhatsApp Group Koordibasi Pimpinan Mabar, Minggu (13/09/2026) malam.
Setelah dipastikan meninggal, jenasah korban kemudian dilakukan pemulasaran dan ditempatkan di ruang jenazah.
Sesaat setelah mendapat informasi ini, Penjabat Sekretaris Daerah, Pius Baut, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah langsung menuju RSUD Komodo untuk melayat, sekaligus berkoordinasi dengan relawan IAI terkait urusan selanjutnya.
Hasil koordinasi itu kemudian memutuskan agar jenasah Gregorius harus segera diterbangkan ke Jogyakarta. Selain menjalankan pekerjaan sebagai Arsitek Profesional, selama ini, Gregorius juga bekerja sebagai salah satu dosen pada Program Studi Arsitektur di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Sementara itu, Candra, salah satu relawan IAI saat ditemui media ini di bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, mengakui bahwa jenasah Gregorius dipulangkan hari ini, Senin (14/09/2026) dengan pesawat menuju Surabaya. “Rencananya dari Surabaya akan menggunakan jalur darat menuju Jogyakarta,” jelas Candra.
Diakui Candra bahwa selama ini Gregogorius memiliki Riwayat hipertensi. Sabtu malam setelah tiba di Tondong Belang, ia bersama teman-temanya juga begadang, menyelesaikan sejumlah item pekerjaan.
“Apakah meninggalnya karena hipertensi itu, kita tidak tahu. Yang tahu pasti pihak rumah sakit, yang sempat melakukan penanganan,” jelas Candra.
Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menyatakan berduka, tetapi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas segala bentuk pengorbanan dan dedikasi Gregorius selama beberapa hari ada di Manggarai Barat.
“Kami juga berterima kasih atas pengorbanan dari Almarhum bersama Tim IAI yang membantu menangani korban bencana gempa di Manggarai Barat,” ujar Pj Sekda Pius Baut.***


