Penulis : Mathildis Riberu Foto : Gery Baha Editor : Hans
Labuan Bajo – InfoMabar; Menjelang pelaksanaan Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk memperkuat edukasi antikorupsi kepada masyarakat secara menyeluruh, mulai dari akar rumput hingga kalangan dewasa.

Hal ini diperkuat dengan diadakannya rapat koordinasi (Rakor) Persiapan kegiatan Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 di Ruang Sekretaris Daerah ,Kamis ( 09/04/2026).
Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah serta pihak terkait.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya integritas serta mencegah praktik korupsi sejak dini. Edukasi tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga pelajar, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Melalui program JNBA 2026, KPK bersama Pemda Manggarai Barat akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar nilai-nilai antikorupsi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah kegiatan yang dirancang meliputi sosialisasi antikorupsi, diskusi publik, pameran layanan masyarakat, hingga pelibatan komunitas lokal dalam kampanye integritas, rencananya akan dilaksanakan selama 4 hari sejak 30 Juli hingga 02 Agustus 2026.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bentuk-bentuk korupsi, termasuk praktik kecil (petty corruption) yang sering terjadi di lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik kolaborasi ini sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Selain itu, keterlibatan masyarakat secara aktif juga diharapkan dapat menjadi kontrol sosial dalam mencegah praktik korupsi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo dalam arahannya menegaskan kolaborasi serta koordinasi yang kuat untuk menyukseskan kegiatan ini.
“Butuh koordinasi dan kolaborasi yang kuat untuk edukasi terkait hal ini karena harus menghadirkan tenaga pendidik, siswa-siswi dari tiap sekolah juga mahasiswa poltek Elbajo Commodus. Ini adalah sasaran pelaksanaan edukasi anti korupsi bagi semua baik ASN juga seluruh masyarakat.”ujarnya.
Edukasi antikorupsi harus dimulai dari bawah, dari masyarakat itu sendiri. Dengan keterlibatan semua pihak, Pemda Manggarai Barat optimistis dapat membangun budaya integritas yang kuat bersama KPK.
JNBA 2026 diharapkan menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah, KPK, dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama untuk melawan korupsi. Dengan pendekatan yang inklusif dan menyentuh semua kalangan, kegiatan ini diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.


