Penulis : SebinusĀ dan Rafika Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, terus berupaya untuk membangun infrastruktur jaringan internet untuk masyarakat, dengan menghadirkan Base Transceiver Station (BTS) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BTS BAKTI). Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasiltas ini untuk peningkatan kualitas hidup.
Harapan agar masyarakat dapat memanfaatkan BTS BAKTI ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Manggarai Barat, Paulus Setahu, dalam sambutanya saat membuka kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Melalui Literasi Digital Dalam Rangka Pemanfaatan Infrastruktur Digital BTS BAKTI, yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan secara optimal infrastruktur digital yang telah dibangun di wilayah Manggarai Barat.
Dalam sambutannya Kadis Paulus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital RI yang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerataan akses digital hingga ke wilayah pelayanan universal telekomunikasi, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat.
“Hadirnya BTS BAKTI merupakan langkah strategis negara dalam mengurangi kesenjangan digital. Namun keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari berdirinya menara BTS atau tersedianya jaringan internet,” ujar Kadis Paulus.
Keberhasilan sesungguhnya, lanjut Kadis Paulus , adalah ketika masyarakat mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang ekonomi, memperkuat pendidikan, mendukung pelayanan publik, sekaligus menjaga ruang digital yang sehat dan aman.
Menurutnya Pemkab Mabar menyambut baik pelaksanaan kegiatan literasi digital ini sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang produktif sesuai tujuan program BAKTI. Kabupaten Manggarai Barat memiliki karakteristik wilayah kepulauan, kawasan konservasi, dan desa-desa yang masih menghadapi tantangan konektivitas. Karena itu, keberadaan BTS BAKTI menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Masyarakat diharapkan menggunakan internet bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat promosi pariwisata desa dan kawasan konservasi, mengembangkan UMKM melalui pemasaran digital, meningkatkan pelayanan pemerintahan desa dan memperluas akses terhadap informasi dan layanan publik.
“Literasi digital juga harus dibangun secara utuh. Tidak cukup hanya mampu mengoperasikan telepon pintar, tetapi juga mampu memilah informasi yang benar, menjaga keamanan data pribadi, beretika di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi secara kreatif dan produktif,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus mendukung program transformasi digital nasional. Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BAKTI, Balai Taman Nasional Komodo, Pemerintah Desa, komunitas, dan seluruh masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan mewujudkan masyarakat digital yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
Ia mengajak para Peserta kegiatan untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan “Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat melalui Literasi Digital dalam rangka Pemanfaatan Infrastruktur Digital BTS BAKTI” di Kabupaten Manggarai Barat secara resmi dibuka dan diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung pemerataan transformasi digital dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Direktorat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Perintah Bakti Komdigi, Perwakilan Balai Taman Nasional Komodo, perwakilan masyarakat BTS BaktiĀ ( Desa Naga kantor,Ā desa Wae Lolos , desa Golo Sengang, Desa benteng Dewa, desa Rehak, Pulau Rinca, Pulau Komodo ) serta undangan lainnya.***


