Sumber : Release Dinkes Mabar Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah, telah selesai dilaksanakan, dengan sejumlah poin kesepakatan. Semua kesepakatan itu harus jadi aksi nyata, tidak sekedar catatan di atas kertas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, secara resmi menutup kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah yang berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi dan komitmen lintas sektor, di Aula Hotel Green Prundi, Kamis (30/04/2026) sore.

Dalam sambutan penutupannya, Adrianus Ojo mengajak seluruh peserta untuk terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena seluruh rangkaian kegiatan evaluasi dapat berjalan dengan baik, lancar, dan menghasilkan kesepakatan yang konstruktif.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif, khususnya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, jajaran Puskesmas, serta tim Dinas Kesehatan yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan program CKG di sekolah.
“Pertemuan hari ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi telah melahirkan kesepakatan yang jelas, terukur, dan siap dilaksanakan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah poin strategis berhasil disepakati. Dari sisi Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, komitmen diarahkan pada penyiapan data siswa yang tervalidasi, penyediaan sarana dan prasarana pemeriksaan di sekolah, penguatan koordinasi antara pengawas, sekolah, dan Puskesmas, penyusunan jadwal pelayanan yang terencana, serta penguatan kembali peran UKS sebagai garda terdepan kesehatan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, dari jajaran Puskesmas, ditegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor di wilayah kerja, identifikasi kebutuhan sumber daya secara tepat, pelaksanaan pelayanan CKG secara aktif, penginputan data secara akurat melalui aplikasi ASIK, serta pemberian umpan balik hasil pemeriksaan kepada pihak sekolah sebagai dasar tindak lanjut.
Dinas Kesehatan sendiri menyatakan komitmennya untuk memperkuat dukungan sistem, melalui penyusunan perjanjian kerja sama lintas sektor, memastikan ketersediaan data dan dukungan program, melakukan verifikasi kebutuhan alat dan logistik, serta meningkatkan fungsi monitoring, evaluasi, dan pembinaan kepada seluruh Puskesmas.
Dalam penegasannya, Adrianus Ojo mengingatkan bahwa seluruh kesepakatan yang dihasilkan tidak boleh berhenti sebagai dokumen semata.
“Kesepakatan hari ini harus hidup dalam tindakan nyata di lapangan. Komitmen ini adalah fondasi untuk meningkatkan cakupan pelayanan CKG, mendeteksi dini masalah kesehatan anak, dan menyelamatkan masa depan generasi Manggarai Barat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam peran masing-masing: sekolah membuka ruang dan waktu, Puskesmas hadir memberikan pelayanan, serta Dinas Kesehatan memastikan sistem berjalan secara optimal.
Menutup sambutannya, Adrianus Ojo menyampaikan optimisme bahwa dengan konsistensi dalam menjalankan kesepakatan, Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya akan mencapai target program, tetapi juga mampu membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang telah kita bangun hari ini, saya yakin kita mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesehatan anak-anak di Manggarai Barat,” tutupnya.***


