
Penulis : Gonzales
Editor : Hans
Labuan Bajo : Infomabar- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raes Cama Desa Gorontalo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat NTT resmi meluncurkan program penanaman sayur sebagai wujud nyata ketahanan pangan sekaligus pengembangan usaha desa. Kegiatan yang berlangsung di Kebun BUMDes Raes Cama, Gang SPBU Gorontalo, ini mengusung tema “Bersama Membangun Kemandirian Pangan Desa”, Selasa (07/04/2026).
Launching penanaman sayur ditandai dengan penanaman simbolis bibit terung dan berbagai jenis sayuran. Penanaman perdana dilakukan oleh Sekretaris Desa Gorontalo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Camat Komodo (diwakili), Kepala UPTD KPP Kecamatan Komodo beserta jajaran, perwakilan BUMDes, serta para kader tani. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah desa, kecamatan, dan lembaga desa dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
BUMDes Raes Cama bertindak sebagai pelaksana utama program budidaya sayur mayur, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, proses pembibitan, hingga pemasaran hasil panen. Model pengelolaan kolaboratif ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa, tetapi juga memberdayakan petani lokal secara langsung.
Program BUMDes Raes Cama Jawab Kebutuhan Dapur MBG
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kerjasama Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Manggarai Barat, Sebina, menyampaikan apresiasi dan melihat potensi besar dari program ini untuk mendukung program nasional.
“Program BUMDes Desa Gorontalo ini benar-benar menjawab kebutuhan dapur MBG. Pasar Labuan Bajo sekarang sudah semakin terbuka, bukan hanya pasar pariwisata atau pasar rakyat, tetapi juga ada dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Sebina tegas.
Tiga Pilar Pertanian Berkelanjutan dan Rekomendasi Pertanian Organik
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Penyuluhan dan Proteksi Tanaman, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Vitalis A. Syukur, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian, memberikan pemaparan mengenai tiga konsep pertanian berkelanjutan yang harus dijadikan pedoman, meliputi pilar sosial (komunitas & kesejahteraan), pilar ekonomi (produktivitas & pendapatan), dan pilar lingkungan (ekologi). Di akhir sambutannya, Vitalis memberikan rekomendasi khusus.
“Saya sangat merekomendasikan agar BUMDes Gorontalo tetap mempertahankan pertanian organik. Dengan menjaga ekologi, produktivitas akan berkelanjutan dan hasil panen lebih bernilai jual tinggi,” ujar Vitalis A. Syukur.
Target Pasok MBG dan Hotel di Labuan Bajo

dan Kerjasama Desa, Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa
Kabupaten Manggarai Barat,  (Foto: Gery)
Direktur BUMDes Raes Cama Desa Gorontalo, Yosafat Y. Barung, menjelaskan bahwa lahan seluas kurang lebih 2 hektar ini akan difokuskan pada pengembangan usaha di bidang holtikultura. Hasil panen nantinya tidak hanya untuk ketahanan pangan desa, tetapi juga untuk pasar komersial.
“Kami ingin mengoptimalkan potensi lahan desa untuk menghasilkan sayuran berkualitas. Ke depan, hasil panen akan dipasok untuk mendukung dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta memenuhi kebutuhan hotel-hotel yang ada di kawasan Labuan Bajo,” jelas Yosabat.
Dengan lokasi kebun yang strategis di Gang SPBU Gorontalo, distribusi sayur segar ke kawasan wisata super premium Labuan Bajo dinilai sangat memungkinkan.
Apresiasi koordinator Badan penyuluh pertanian kecamatan komodo: Desa Mandiri Jadi Lumbung Pangan
Koordinator Badan penyuluh pertanian komodo Ahmad gasing yang saat itu hadir dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BUMDes Raes Cama.
“Langkah ini merupakan contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan menjadi lumbung pangan bagi wilayah sekitar, termasuk kawasan wisata super premium Labuan Bajo,” ungkapnya. Ahmad
Kami dari Badan Penyuluh pertanian komodo siap membackup program BUMDES Raes cama ini , tegas Ahmad
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Manggarai Barat, serta para pendamping desa. Dengan semangat gotong royong dan inovasi pertanian berbasis desa, Desa Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Komodo untuk memanfaatkan potensi lokal guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.


