Kamis, Juni 18, 2026
BerandaBerita TerkiniDinkes Mabar, FKM UNAIR, dan Gugah Nurani Indonesia Gelar Koordinasi Awal Survei...

Dinkes Mabar, FKM UNAIR, dan Gugah Nurani Indonesia Gelar Koordinasi Awal Survei SIBERMASPROGSI

Sumber : Release Dinkes 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama tim peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) serta mitra pembangunan, Gugah Nurani Indonesia (GNI), resmi memulai rangkaian kegiatan program strategis pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menjelaskan bahwa Koordinasi awal pelaksanaan survei gizi dalam rangka program SIBERMASPROGSI (Aksi Pemberdayaan Masyarakat dalam Gerakan Pencegahan Stunting) digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Senin (13/04/2026) pagi.

Tim dari Dinas Kesehatan Mabar yang mengikuti kegiatan. (Foto : Dok. Dinkes Mabar)

Pertemuan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Dinkes Mabar, yakni Kepala Dinas Adrianus Ojo, Sekretaris Dinas Tarsisius Cai, para Kepala Bidang, serta Subkoordinator dari bidang kesehatan masyarakat terkait. Sementara itu, dari tim peneliti FKM UNAIR hadir Dr. Dini R. Andrias, S.KM., M.Sc. (Departemen Gizi Masyarakat), Sigit Ari Saputro, Ph.D. (Departemen Epidemiologi, Biostatistika Kependudukan, dan Promosi Kesehatan), serta dua tenaga ahli lainnya, Muhamad Agung W.P., S.Gz dan Asri Meidyah Agustin, A.Md., Gz. dari Prodi S1 Gizi FKM UNAIR.

Kehadiran pihak ketiga, Gugah Nurani Indonesia (GNI), turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah barat Pulau Flores tersebut.

Tujuan dan Fokus Survei

Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membahas secara rinci rencana teknis pelaksanaan survei di lapangan. Survei awal ini difokuskan sebagai sarana pengumpulan data dasar (baseline data) mengenai situasi terkini derajat kesehatan masyarakat, dengan perhatian khusus pada status kesehatan ibu hamil dan anak usia di bawah lima tahun (balita) – dua kelompok yang paling rentan terhadap risiko stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah merupakan kunci utama dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Kami berharap kegiatan survei ini dapat menghasilkan data yang akurat, relevan, dan menggambarkan kondisi riil di lapangan, termasuk faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Data inilah yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan berbasis bukti,” ujar Kadinkes Adrianus Ojo.

Lokasi Survei di Lima Desa Rawan Stunting

Berdasarkan hasil koordinasi, survei gizi ini direncanakan akan dilaksanakan di lima desa terpilih yang tersebar di wilayah Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat. Kelima desa tersebut adalah:

  • Desa Pangga
  • Desa Kolang
  • Desa Golo Lewe
  • Desa Lewur
  • Desa Cowal

Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan kondisi geografis yang menantang, tingkat kerentanan kesehatan masyarakat yang tinggi, serta kebutuhan intervensi yang mendesak, khususnya terkait permasalahan gizi dan kesehatan ibu serta anak.

Tindak Lanjut: Intervensi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut, Kadinkes Adrianus Ojo mengarahkan bahwa hasil dari survei awal ini tidak hanya akan menjadi peta jalan, tetapi juga dasar dalam merancang intervensi berbasis bukti (evidence-based intervention) yang bersifat sensitif dan spesifik. Intervensi tersebut diharapkan menjadi alternatif solusi tepat guna untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok risiko tinggi.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat menjadi strategi utama dalam program SIBERMASPROGSI. Masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek penerima manfaat semata, tetapi sebagai subjek aktif yang berperan langsung dalam upaya peningkatan derajat kesehatan mereka sendiri.

Melalui koordinasi awal ini, sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan diharapkan terus terbangun. Seluruh tahapan kegiatan – mulai dari survei lapangan, pengolahan data, hingga implementasi intervensi – diharapkan dapat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting di Kabupaten Manggarai Barat.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments