Penulis : Ferdy Jemaun Foto-Foto : Afri/Prokopim
Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menantang para pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Suka Damai, agar bisa popular seperti koperasi harian, tapi manajemen harus tetap profesional. Wujud nyatanya adalah dengan menciptakan ‘ruang pelayanan’ yang tidak eksklusif, sehingga bisa merekrut anggota sebanyak mungkin.
Tantangan itu disampaikan Bupati Edi saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Peresmian Kantor Pusat dan Training Centre KSP Kopdit Suka Damai, yang berlangsung di kantor KSP Kopdit Suka Damai, di Batu Cermin, Sabtu (28/02/2026).

“Koperasi Suka Damai ini harus bisa populer seperti koperasi harian. Tapi ingat, manajemen tidak boleh sama. Pengembangan manajemen harus tetap profesional,” tantang Bupati Edi.
Dijelaskan Bupati Edi, bahwa walaupun koperasi harian tidak dibenarkan karena tidak berbadan hukum, faktanya, koperasi harian saat ini sangat populer di kalangan masyarakat. Masyarakat yang butuh uang, baik untuk modal usaha maupun untuk keperluan lainnya, lebih banyak pinjam di koperasi harian. Bukan di Kopdit Suka Damai atau koperasi resmi lainya.
“Pertanyaan reflektif untuk para pengurus, mengapa koperasi harian tingkat penyebaranya begitu masif?” tanya Bupati Edi.
Bupati Edi menduga, tingkat penyebaran koperasi harian begitu masif, karena mereka tidak pernah membatasi diri. Mereka ada di tengah masyarakat. Ruang pelayanan mereka tidak eksklusif.
“Sampai ada mindset bahwa saat ini yang ada hanya koperasi harian. Kalau butuh uang, tinggal hubungi pengurus koperasi harian. Mengapa mereka tidak mendatangi Kopdit Suka Damai? Ini harus menjadi bahan refleksi,” jelas Bupati Edi.
Salah satu kunci sukses dari pengembangan koperasi, kata Bupati Edi, adalah jumlah anggota yang banyak.
Bupati Edi mencatat bahwa jumlah anggota KSP Kopdit Suka Damai, sejak berdiri pada tahun 1999 yang lalu hingga saat ini adalah sebanyak 23.915 anggota.
“Saya dapat laporan, bahwa hingga saat ini, jumlah anggota koperasi ini sebanyak 23.915 anggota. 19 ribu sekian adalah warga Manggarai Barat. Jika kita konversi dengan jumlah penduduk Manggarai Barat sebanyak 298.000, maka jumlah anggota belum mencapai sepuluh persen,” urai Bupati Edi.
Kedepan, lanjut Bupati Edi, sebagai koperasi yang lahir dari rahim Manggarai Barat, maka anggota Kopdit Suka Damai harus bisa mencapai sepuluh persen dari total jumlah penduduk Manggarai Barat.
“Sebab, salah satu syarat sukses adalah jumlah anggota yang banyak. Semegah apapun Gedung kantor, jika jumlah anggota sedikit, maka koperasi ini tetap menjadi kecil,” ujar Bupati Edi.
Dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota, lanjutnya, kalau jumlah anggota banyak, maka level koperasi bisa naik kelas.
Terkait jumlah anggota ini, Bupati Edi bahkan menyandingkanya dengan strategi partai politik, yang salah satu indikator kesuksesanya adalah jumlah kader.
“Seperti Partai Politik, kalau mau menang, ya, harus rekrut sebanyak-banyaknya kader,” kata Bupati Edi.
Dengan nada kelakar, Bupati Edi kemudian menantang para pengurus inti koperasi itu untuk mewajibkan semua karyawanya, mencari anggota minimal seribu tiap anggota.
Dibagian akhir sambutanya, sebagai anggota Kopdit Suka Damai, Bupati Edi berjanji akan hadir pada kegiatan RAT tahun ini.
Peresmian Kantor Pusat dan Training Centre KSP Kopdit Suka Damai ini ditandai dengan pengguntingan pita, yang dilakukan oleh Bupati Edi, yang dilanjutkan dengan Perayaan Misa Syukur, yang dipimpin Uskup Labuan Bajo, YM. Mgr. Maksimus Regus. Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, RD. Ricard Mangu beserta sejumlah imam, turut hadir pada perayaan ini.
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin dan Kepala Dinas tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, juga turut hadir.***


