BerandaBerita TerkiniAwali pelaksanaan GERBANG, Pemkab Mabar dan MSF Koordinasi Dengan Pihak Hotel

Awali pelaksanaan GERBANG, Pemkab Mabar dan MSF Koordinasi Dengan Pihak Hotel

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemkab Mabar Bersama Multi Stakeholder Forum (MSF), serius memulai Gerakan Berbagi Pangan (GERBANG), sebagai salah satu upaya dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan sisa pangan yang bersumber dari HOREKA (Hotel, Restoran dan Kafe). Pihak hotelpun diundang untuk berkoordinasi, agar GERBANG bisa dimulai dan kelak berjalan dengan baik.

Sebagaimana disaksikan media ini, kordinasi Pemkab Mabar, MSF dengan pihak hotel, ini berlangsung di Ruang  Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (03/11/2026).

Penjabat Sekda Mabar, Pius Baut, saat memberi sambutan pembukaan kegiatan. (Foto : Ferdy Jemaun)

Kegiatan yang difasilitasi oleh Koalisi Pangan Bernas, ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut.

Dalam sambutanya, Sekda Pius Baut memberi apresiasi atas konsep GERBANG ini.

“Ini konsep yang sungguh luar biasa. Sebab melalui GERBANG ini, kita berpikir untuk menemukan cara, bagaimana bisa berbagi pangan yang berlebih dari hotel dengan mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai daerah pariwisata yang terus mengalami kemajuan, lanjut Penjabat Sekda yang juga Ketua MSF ini, perkembangan Labuan Bajo harus ada dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Maka perlu dipikirkan, agar ada keseimbangan antara kemajuan pariwisata di satu sisi, dan mereka yang membutuhkan bantuan disisi yang lain.

Dengan nada jokes, Sekda Pius Baut kemudian menggambarkan dua fakta berbeda di Labuan Bajo yang kontras.

“Ini kota superpremium. Saat jalan pagi, saya melihat orang antri di warung yang harga makananya di bawah Rp.10 ribu. Tetapi begitu sudah malam, orang antri pula di tempat-tempat makan yang harganya di atas Rp.100 ribu. Ini dua kondisi yang kontras. Melalui GERBANG ini, kita coba jembatani,” jelasnya.

Penjabat Sekda Pius menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpikir tentang konsep GERBANG ini.

“Konsep ini sangat bagus. Dalam penerapanya, harus ditata dengan baik, sehingga betul-betul bermanfaat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga : MSF Mabar Siapkan Regulasi Stop Boros Pangan, Dimulai Dari Surat Edaran Bupati

Menutup sambutanya, Sekda Pius mengingatkan bahwa karena program ini berhubungan dengan makanan, yang sangat rentan dari sisi waktu, maka pelaksanaanya harus dipikirkan dengan matang sehingga tidak menimbulkan resiko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, pada kegiatan itu mengakui hahwa salah satu hal yang mendorong lahirnya konsep GERBANG adalah hasil penelitian WRI Indonesia melalui program Urban Futures yang menunjukkan bahwa sektor hotel, restoran, kafe, dan kapal (HoReCa) menyumbang 58,9% dari total sisa makanan.

“Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mengurangi sisa pangan melalui pengelolaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Multi Stakeholder Forum (MSF) Transformasi Sistem Pangan Manggarai Barat merasa perlu mengadakan pertemuan dengan pelaku HoReCa sebagai langkah awal pelaksanaan GERBANG,” jelas Kadis Peter.

Ketua SC GERBANG, Theresia P. Asmon, saat menejelaskaan tentang skema GERBANG. (Foto : Ferdy Jemaun)

Terkait hasil Riset Baseline Sisa Pangan Labuan Bajo yang dilakukan oleh WRI Indonesia tahun 2024 itu, digambarkan secara lengkap oleh Ayip Abdullah, dari Koalisi Pangan Bernas. Bahwa setiap hari di Kota Labuan Bajo, ada sekitar 13 ton makanan berakhir sebagai sisa pangan. “Sekitar 1,3 ton di antaranya berasal dari hotel,” jelas Ayib.

Jika pangan berlebih dari hotel itu diselamatkan, sebelum berakhir sebagai sampah, maka bisa memberi makan banyak orang di Manggarai Barat yang benar-benar membutuhkan.

Pada kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, yang dipercaya oleh MSF sebagai Ketua Steering Committee (SC) GERBANG memberi gambaran tentang skema pendistribusian makanan berlebih dari hotel kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Digambarkan pula tugas dan tanggung jawab dari sejumlah perangkat daerah, sesuai tupoksi.

“Sebelum nanti diterapkan, akan ada MOU antara pihak hotel dengan Pemkab Mabar melalui MSF,” jelasnya

Sejumlah perwakilan dari hotel yang hadir pada kegiatan ini memberi respon yang sangat positif pada GERBANG ini.

“Mungkin tidak bisa setiap hari. Karena makanan berlebih itu biasanya hanya jika ada even besar di hotel. Sedangkan setiap hari persediaan kami selalu disesuaikan dengan okupansi,” jelas Budi, perwakilan dari Ayana Hotel.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments