Penulis : Gaudensius B. Hading
Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Sebanyak 2.111 peserta dari berbagai komponen masyarakat di wilayah Kabupaten Manggarai Barat atau Keuskupan Labuan Bajo, turut semarakkan Karnaval Budaya, sebagai bagian dari pagelaran Festival Golo Koe 2025 di Labuan Bajo. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo selaku Ketua Pelaksana Festival, melepas kegiatan itu dengan resmi.
Acara yang merupakan rangkaian kegiatan festival Golo Koe ini dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana festival pada Selasa (12/08/2025)

Dalam sambutannya, Sekda Fransiskus yang mengatasnamai Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi massal masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan Panitia Festival Golo Koe 2025, saya mengucapkan terima kasih kepada kita sekalian atas partisipasi dalam kegiatan festival sore ini,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta, Sekda Fransiskus juga menghimbau untuk menjaga keselamatan diri selama pawai.
“Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan atas seijin kita semua, saya melepas kegiatan pawai hari ini dengan resmi,” ujar Sekda Fransiskus seraya mengangkat bendera.
Rute dan PesertaÂ
Sebagaimana disaksikan InfoMabar, Karnaval Budaya ini dimulai dari halaman Kantor Dinas Cipta Karya, Kawasan Pemukiman, Perumahan Rakyat, dan Penataan Ruang sebagai titik star, melewati Zazgo hotel, belok kanan melalui jalan Soekarno Hatta hingga tiba di Water Front City sebagai titik akhir.

Adapun para peserta Karnaval ini berasal dari beragam latar belakang, meliputi : Perwakilan etnis se-Manggarai Barat, Instansi pemerintah, TNI, dan Polri, Lembaga pendidikan (termasuk Politeknik Elbajo Commodus dan Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng), NGO, utusan paroki, serta komunitas lokal.
Festival Golo Koe (yang berarti “Bukit Kecil” dalam bahasa setempat) menjadi wadah promosi budaya Manggarai sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Keikutsertaan jutaan orang menegaskan antusiasme publik terhadap pelestarian warisan lokal di tengah pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas nasional.***


