Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerita TerkiniWujudkan Keberpihakan Kepada Petani, Bupati Edi Luncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas...

Wujudkan Keberpihakan Kepada Petani, Bupati Edi Luncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga

Penulis : Gonsales 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi secara resmi meluncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga. Lahirnya aplikasi itu merupakan wujud nyata dari keberpihakan kepada para petani, bukan sekedar proyek teknologi tanpa jiwa.

Pelucnuran aplikasi ini berlangsung dalam Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027,  yang digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (12/02/2026) pagi.

Bupati Edi saat menyampaikan sambutan. (Foto : Gonsalez)

Aplikasi ini dirancang sebagai solusi rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus instrumen pengendalian harga yang berpihak kepada petani lokal.

Dengan nada tegas namun penuh harap, Bupati Edi menegaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar proyek teknologi tanpa jiwa, melainkan instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu para petani.

“Harapannya tidak hanya berhenti di mimpi, tapi bagaimana kita menjabarkan dari aplikasi ini untuk merumuskan kebijakan kita ke depan,” ujar Bupati mengawali penjelasannya tentang aplikasi anyar tersebut.

Bupati Edi memberikan catatan penting dalam peluncuran aplikasi ini. Ia mengingatkan bahwa aplikasi sekelas apapun akan sia-sia jika diisi dengan data asal-asalan.

“Termasuk hari ini akan kita luncurkan aplikasi soal rantai pasok di dapur MBG. Kalau ini terlaksana secara baik dengan berbagai indikator, orang juga mengisinya tidak asal bapak senang atau suka-suka, maka sebenarnya dari sini juga kita bisa menetapkan kebijakan kita ke depan,” tegasnya.

Kepada para operator dan pengelola aplikasi, Bupati berpesan agar integritas data dijaga. Ia tidak ingin aplikasi canggih hanya menjadi pajangan digital tanpa dampak nyata di ladang para petani.

Dalam sambutannya penuh semangat namun sarat makna, Bupati melukiskan potret pahit yang selama ini dialami petani. Ia menyebut bahwa sektor primer pertanian justru cenderung menurun, sementara pertumbuhan ekonomi daerah masih didominasi sektor jasa.

“Faktor primernya ini tidak hanya jalan di tempat, kecenderungannya turun. Ini tugas kita bagaimana meyakinkan, memberi edukasi, merubah mindset, mendorong para petani ini untuk memanfaatkan berbagai program dari pemerintah,” ungkapnya.

Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga diharapkan menjadi terobosan yang mengubah wajah pertanian di Manggarai Barat. Melalui aplikasi ini, akan tergambar secara real-time sayur dan beras dari kelompok tani desa mana yang terserap ke dapur-dapur MBG.

“Karena nanti akan tergambar: oh, sayur yang terserap di semua dapur itu dari petani kelompok tani Desa B. Maka sudah bisa dihitung nanti hasil akhirnya itu pemanfaatan dari dapur MBG untuk para petani sayur, beras dan lain sebagainya sangat baik,” papar Bupati dengan mata berbinar.

Bupati Edi menegaskan bahwa aplikasi ini adalah wujud kehadiran negara yang tak pernah lelah meyakinkan para petani untuk terus menanam.

“Terkait dengan dapur MBG, itu harus meyakinkan para petani untuk tanam, tanam, dan tanam. Maksudnya itu ya holtikultura, jangan tanam yang lain,” katanya diselingi nada retoris.

Ia menyindir kebiasaan lama yang membuat petani terjebak pada komoditas yang tidak menguntungkan. Kini, dengan hadirnya aplikasi ini, pemerintah ingin memastikan bahwa apa yang ditanam petani pasti terserap pasar.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Edi juga menyoroti rendahnya pemanfaatan program kredit usaha rakyat oleh petani. Ia meminta Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Koperasi UKM untuk tidak pernah bosan melakukan sosialisasi.

“Tolong sampaikan ini kepada seluruh masyarakat. Kalau ini dimanfaatkan secara maksimal, maka tidak ada lagi cerita orang tidak bercocok tanam karena kehabisan modal,,” tegas Bupati.

Bupati menekankan bahwa Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga tidak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari ekosistem besar perencanaan pembangunan berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

“Kalau kita sudah menyiapkan data yang satu dan sama, lalu kita kerja kolaborasi, meninggalkan keegoan, saya yakin seyakin-yakinnya, 3 tahun ke depan kita mendeklarasikan bahwa kita kabupaten pertama yang keluar dari kategori miskin yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Manggarai Barat secara resmi meluncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan materi dari kepala Bappeda kabupaten Manggarai Barat dan Kepala BPS kabupaten Manggarai Barat.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments