Penulis : Sebinus Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Memasuki pekan kedua pasca gempa 7,7 SR yang mengguncang Flores, pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuan Bajo masih berlangsung di tenda darurat. Walau demikian, pihak Puskesmas memastikan bahwa pelayanan terhadap para pasien tetap dilakukan dengan maksimal.
Kepala Puskesmas Labuan Bajo, Relitasi Goreti Ilut, yang dihubungi media ini menjelaskan bahwa pelayanan pasien di Puskesmas Labuan Bajo masih berlangsung di tenda darurat. Seluruh aktivitas pelayanan dipindahkan ke luar gedung dan dilakukan di bawah terop, karena Gedung utama terdampak gempa.

Meski demikian, Kapus Relitasi memastikan bahwa dengan dukungan Camat Komodo dan tim kecamatan, seluruh layanan dasar hingga rujukan tetap dibuka untuk masyarakat.
“Kami pastikan pelayanan tidak berhenti. Masyarakat tetap bisa mendapatkan perawatan mulai dari penanganan gawat darurat sampai kontrol penyakit kronis,” ujarnya kepada media ini, Senin (31/8/2026) siang.
Berdasarkan data pelayanan dua pekan terakhir, kata Relitasi, tim medis mencatat lima keluhan utama yang dialami pasien yang paling banyak ditangani oleh tim medis seperti:
– Diare: kasus terbanyak terjadi pada anak-anak
– Vomitus/Muntah: juga dominan pada anak-anak
– ISPA : banyak dialami anak-anak dan orang dewasa
– Anxietas/Kecemasan pasca gempa: meningkat pada warga terdampak
– Penyakit kronis: seperti hipertensi, diabetes, dan kontrol rutin lainnya.
Menurutnya Agar tidak ada warga yang terlewatkan, Puskesmas Labuan Bajo langsung membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana tingkat puskesmas sesaat setelah gempa terjadi beberapa waktu yang lalu.
“Anggotanya termasuk teman-teman yang bertugas di Pustu dan Poskesdes se-wilayah kerja Puskesmas Labuan Bajo. Dengan begitu kami langsung terhubung dalam koordinasi kasus terdampak gempa maupun kerusakan gedung pelayanan. Sejauh ini semua bisa kami kendalikan,” jelas Relitasi.
Selain itu ia juga menjelaskan Puskesmas selalu berupaya untuk menjangkau warga terus diperluas. “Hari ini, Senin (31/8/2026), petugas Puskesmas mulai memberikan pelayanan di Posko Kesehatan Kantor Desa Golo Bilas. Layanan hari ini difokuskan pada beberapa pasien pasca rawat inap dari RSUD Komodo,” ujarnya.
Relitasi juga menyampaikan imbauan kesehatan bagi masyarakat, baik yang berada di tenda pengungsian maupun yang tinggal di rumah keluarga agar tidak panik. “Dari 15 kasus pasien korban gempa yang datang berobat, sebagian besar lukanya terjadi karena panik saat lari mencari pertolongan.” Ujarnya.
Ia juga mewnghimbau untuk mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang seperti BMKG dan BPBD, terkait adanya potensi gempa susulan dan Jaga kesehatan lingkungan, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya terlebih di posko pengungsian dan cuci tangan pakai sabun, agar tidak muncul penyakit baru pasca bencana.
“Khusus bagi yang merasa panik dan cemas dampak gempa, segera cari pertolongan. Boleh langsung datang ke Puskesmas. Kami siap melayani,” tegasnya.
Dengan sistem layanan darurat yang tetap berjalan, Puskesmas Labuan Bajo berkomitmen memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan pasca gempa.***



