BerandaBerita TerkiniBelajar Online Tak Efektif, Sejumlah Sekolah di Mabar Pilih Bangun Tenda Darurat...

Belajar Online Tak Efektif, Sejumlah Sekolah di Mabar Pilih Bangun Tenda Darurat Sebagai Ruang Kelas

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Di tengah masa pemulihan pascagempa yang masih menyisakan trauma dan kerusakan, sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat mulai beradaptasi dengan situasi darurat. Karena belajar Online dinilai tidak efektif, maka pilihan utamanya adalah membangun tenda darurat sebagai ruang kelas.

Salah satu sekolah di Manggarai Barat yang mulai beradaptasi dengan situasi darurat passcagempa adalah SMP Negeri 8 Komodo. Manajemen sekolah itu memutuskan untuk menggelar proses belajar mengajar di bawah tenda darurat, menyusul ketidakefektifan sistem pembelajaran jarak jauh (online) bagi peserta didik.

Kepala Sekolah SMPN 8 Komodo, Aloysia Moto, saat menjawab wartawan di Posko Bencana Mabar. (Foto : Gonsalez)

Kepala SMPN 8 Komodo, Aloysia Moto, saat menyambangi posko penanganan bencana, di kantor BPBD Manggarai Barat hari ini, Selasa  (01/09/2026 menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan evaluasi mendalam terkait metode pembelajaran selama masa tanggap darurat. Menurutnya, pembelajaran online dinilai tidak optimal dan sulit diterapkan, terutama karena keterbatasan akses sinyal dan ketersediaan gawai bagi sebagian besar siswa.

“Setelah kami evaluasi, pembelajaran online tidak efektif bagi kami, terutama untuk jenjang pendidikan dasar. Jadi, kami putuskan untuk tetap melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi di bawah tenda darurat,” ujar Aloysia Moto

Keputusan ini diambil sebagai langkah konkret agar proses belajar tetap berjalan meskipun dalam keterbatasan fasilitas, serta untuk mengembalikan semangat belajar siswa yang sempat terganggu akibat bencana.

Permintaan tenda darurat dan matras untuk keperluan sekolah pun terus mengalir ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manggarai, Robertus Gardi, membenarkan bahwa banyak satuan pendidikan yang mengajukan bantuan logistik darurat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah siswa yang belajar di bawah tenda darurat. (Foto : Ist.)

“Sudah banyak satuan pendidikan yang mengajukan permintaan tenda untuk proses belajar mengajar selama masa darurat bencana. Kemarin dan hari ini saja, beberapa sekolah sudah mengajukan,” ungkap Robertus Gardi.

Ia merinci sejumlah permintaan yang telah masuk, antara lain:

  • SDN Ledang, Desa Pong Majok, mengajukan 1 unit tenda pengungsi.
  • SDN Nderub, Desa Wae Kanta, mengajukan 2 unit tenda pengungsi.
  • SMPN 3 Lamba Pong Welak, mengajukan 1 unit tenda pengungsi. Dn beberapa lagi yang lainnya

BPBD Manggarai barat-pun berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk segera memenuhi kebutuhan tersebut guna memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan di masa darurat, meskipun dalam kondisi yang serba terbatas. Pihak BPBD juga mengimbau agar seluruh sekolah yang terdampak segera melaporkan kebutuhan logistik daruratnya untuk percepatan penanganan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments