Penulis : Sebinus dan Gonzales Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Acara Tos Kenegaraan yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Manggarai Barat, diganti dengan do’a bersama untuk para korban Gempa Bumi Flores. 5 tokoh lintas agama, hadir dan memanjatkan doa pada acara itu.
Acara Tos Kenegaraan yang dirubah menjadi doa Bersama ini berlangsung khidmat di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (17/8/2026) malam.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Tos Kenegaraan kali ini dilakukan dengan doa bersama untuk para korban bencana gempa bumi 7,7 SR yang berpusat di daratan Flores, Kabupaten Nagekeo.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf Bupati dan Wakil Bupati yang tidak dapat hadir.
“Pada kesempatan pertama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan Forkopimda, karena hari ini tadi sore Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, serta Bapak-Bapak Forkopimda, memimpin seluruh organisasi perangkat daerah untuk turun ke 12 kecamatan untuk memberikan dukungan, bantuan moral, dan moril bagi korban bencana,” ujar Sekda Frans.
Lebih lanjut, Sekda Frans menyampaikan pesan Bupati dan Wakil Bupati agar Tos Kenegaraan malam ini diubah menjadi doa bersama.
“Jadi, untuk adik-adik saya, bersama seluruh pelatih, dengan penuh rasa hormat, kami menyampaikan permohonan maaf. Acara Tos Kenegaraan dan tradisi yang selama ini kita bangun sebagai ungkapan rasa senang atas kesuksesan kegiatan, kita batasi. Jadi kegiatan mohon maaf, joget, ya, menari, dan lain sebagainya, kita tiadakan malam hari ini. Kita ganti dengan doa,” tegasnya.
Empat pemuka agama yang hadir kemudian memimpin doa bersama untuk para korban gempa adalah Agama Hindu Made Sujati, Agama Protestan Pdt. Rudi Siswanto,, Agama Islam Suhardi, dan Agama Katolik RD. Flavianus B. Dahemat.
Selain Sekda Mabar, turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan unsur Forkopimda, pimpinan organisasi wanita meliputi Ibu Wakil Ketua DPPKK, Ibu Ketua Persit Candra Kirana, Ibu Ketua Wanita Zahra Sinastri, Ibu Ketua Dharma Wanita, para pimpinan OPD, perwakilan 4 agama, serta adik-adik Paskibraka 2026 dan orang tua paskibraka.
Sekda Frans secara khusus mengapresiasi 30 anggota Paskibraka yang telah sukses mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada upacara 17 Agustus pagi.
“Kami berharap adik-adik bekal latihan kurang lebih sekitar 1 bulan yang sudah lewat bisa membentuk karakter diri menjadi adik-adik yang disiplin dan tangguh, ya, sehingga nanti kemudian bisa menjadi pemimpin yang luar biasa buat Manggarai Barat ke depannya. Amin,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pelatih dari TNI, Polri, Lanud, dan Brimob yang telah membina Paskibraka. “Mari kita beri tepuk tangan juga untuk rekan-rekan pelatih yang luar biasa,” ajaknya.
Sekda menutup sambutan dengan mengajak seluruh hadirin bersama-sama mengikuti doa bersama yang dipimpin empat pemimpin agama.***


