Penulis : Gonsalez Budiman Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoManar,- Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Raes Cama Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, siap mendukung penuh pelaksanaan Program MBG. Wujud nyata dari dukungan itu, berupa ketersediaan lahan seluas 2,87 Hektar untuk ditanami tanaman pertanian, seperti Ubi Jalar Ungu.
Ketua Bumdes Raes Cama, Yosafat Y. Barung, yang dihubungi InfoMabar Kamis (04/12/2025) pagi menjelaskan bahwa lahan seluas 2,87 ha yang telah disiapkan itu terletak Desa Gorontalo. Saat ini lahan itu telah mulai dimanfaatkan dengan menanam bibit Ubi Jalar Ungu.

“Kami siap mendukung penuh program pemerintah pusat, khususnya program MBG. Sudah ada lahan seluas 2,87 hektar, dan hari Rabu kemarin kami telah melaksanakan penanaman simbolis bibit Ubi Jalar Ungu,” jelas Yosafat.
Penanaman simbolis bibit Ubi Jalar Ungu, lanjut Yosafat, itu dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, seperti Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Manggarai Barat, Ahmad Rudi beserta sejumlah stafnya, Babinkamtibmas Gorontalo, Jahrudin, Babinsa Desa Gorontalo, Lukman, PPL Desa Gorontalo, Icha beserta sejumlah staf Desa Gorontalo.
Turut hadir pula Koordinator BPP Kecamatan Komodo, Ahmad Kasing dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Propinsi NTT, Novia Iga.
Bagi Yosafat, kehadiran pihak-pihak terkait dalam kegiatan penanaman simbolis ini merupakan dukungan moril yang memacu semangat BUMDes dalam mendukung program MBG dan mensukseskan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Terkait bibit Ubi Jalar Ungu yang ditanam dilokasi itu, Yosafat mengakui bibit tersebut merupakan sumbangan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Gorontalo
“Bibit tanaman kita peroleh dari sumbangan PPL Desa. Kami sangat apresiasi terhadap PPL Pertanian Desa Gorontalo karena telah menyumbangkan bibit tanaman ubi jalar ungu. Ini merupakan stimulus dalam upaya menindaklanjuti proses penanaman bibit-bibit lainnya seperti Kangkung, Sawi Putih, Lombok, Semangka, Kacang Panjang, dan Mentimun,” ujar Yosafat.
Diakui Yosafat bahwa lahan seluas 2,87 hektar yang disiapkan BUMDes ini akan segera ditanami berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Produksi dari lahan ini diharapkan dapat menyokong pasokan pangan lokal, berorientasi pada hasil dan kebutuhan pasar, serta menjadi suplier tetap untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Analisis Masa Depan Ketahanan Pangan
Inisiatif BUMDes Raes Cama sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi lokal melalui diversifikasi pertanian. Keberhasilan pengembangan lahan ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Manggarai Barat untuk tidak memandang sebelah mata terhadap potensi pengembangan pangan lokal.
Diversifikasi tanaman yang direncanakan (ubi jalar ungu, sayuran, dan buah) dapat mengurangi ketergantungan pada pangan impor dan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Selain itu, kolaborasi dengan program MBG—yang telah menetapkan 43 titik layanan gizi di Manggarai Barat—membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal sekaligus menjamin pasokan bahan pangan bergizi untuk anak-anak.
Keterlibatan multi-pihak, dari dinas pertanian, penyuluh, hingga aparat keamanan, menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, usaha pertanian BUMDes ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan asli desa, tetapi juga berkontribusi pada terwujudnya kedaulatan pangan di tingkat wilayah.
Yosafat Y. Barung menyampaikan harapannya agar semangat tim BUMDes tetap antusias dari penanaman hingga pemasaran. “Semoga ini menjadi contoh nyata bagi para petani di Kabupaten Manggarai Barat agar tidak memandang sebelah mata terhadap proses pengembangan pangan di Manggarai Barat ini,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PPL Desa Gorontalo serta semua instansi yang terlibat, berharap momentum ini menjadi langkah awal dalam menyambut keberadaan program MBG untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dari sisi kuantitas dan kualitas.***


