Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, membuka ruang dialog dengan para pengusaha yang ada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Melalui ruang dialog ini diharapkan ide-ide cemerlang untuk bersama-sama mengembangkan dunia usaha dan perekonomian di Kabupaten Manggarai Barat dapat terwujud.
Pemkab Manggarai Barat membuka ruang dialog dengan para pengusaha ini melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan UKM.

Ruang dialog Pemkab Mabar denan para pengusaha ini telah dimulai dengan digelarnya acara Coffee Morning yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (08/01/2025).
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., dalam sambutanya pada acara Coffee Morning itu mengakui bahwa dunia usaha dan industri merupakan pilar utama penggerak kemajuan Kabupaten Manggarai Barat.
“Fakta di lapangan menunjukkan peranan dunia usaha sangat signifikan dan tidak tergantikan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Wabup Yulianus di hadapan 100 pelaku industri.
Wakil Bupati memaparkan tiga bukti konkret kontribusi industri terhadap pembangunan daerah Kabupaten Manggarai Barat, yakni :
- Penurunan Tingkat Pengangguran: Industri berperan besar menurunkan angka pengangguran terbuka di Manggarai Barat menjadi sekitar 3, 32%.
- Pendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD): Kontribusi dunia usaha menjadi faktor kunci yang mendorong realisasi PAD tahun 2025 melampaui target. Dari target Rp281 miliar, realisasi hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp285,42 miliar.
- Mitra Pembangunan melalui CSR: Dunia usaha juga aktif mendukung pembangunan secara langsung melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh masyarakat.
“Ini bukan hanya klaim. Ini data yang kami miliki. Pencapaian menurunkan pengangguran dan melebihi target PAD adalah buah sinergi dan kontribusi nyata Bapak/Ibu pelaku industri,” ujar Wabup.
Komitmen Pemerintah : Dengar dan Aktifkan
Wabup Yulianus menegaskan, kehadiran pemerintah dalam forum seperti coffee morning adalah bentuk keseriusan untuk tidak hanya mendengar, tetapi menindaklanjuti setiap masukan.
“Pintu pemerintah terbuka. Forum ini kami harap bisa menghasilkan action plan nyata. Apa yang perlu pemerintah lakukan dari hasil diskusi kita hari ini, akan kami eksekusi,” janjinya.
Ia berharap kemitraan yang erat ini dapat terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, aman, dan nyaman, yang pada akhirnya akan mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat secara keseluruhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai wadah silaturahmi dan dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan masyarakat.
Secara garis besar, kata Kadis Theresia, coffee morning ini bertujuan untuk:
- Menampung secara terbuka dan jujur berbagai aspirasi, kendala, dan harapan dari dunia usaha.
- Memfasilitasi berbagi pengalaman dan praktik baik antar pelaku usaha.
- Mendapatkan ide-ide cemerlang untuk bersama-sama mengembangkan dunia usaha dan perekonomian di Kabupaten Manggarai Barat.
Acara yang mengangkat tema “Memperkuat Layanan Ketenagakerjaan dan Tata Kelola Kemitraan” ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dan solutif antara pemerintah daerah dengan seluruh pelaku industri di Manggarai Barat.***


