
Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menunjukkan kepedulian nyata kepada para anggotanya di Manggarai Barat yang menjadi korban gempa bumi Flores. Organisasi profesi bidan se-Indonesia ini menyalurkan bantuan total Rp 45 juta, yang terdiri dari Rp 30 juta untuk bidan yang rumahnya terdampak gempa dan Rp. 15 juta berupa logistik untuk ibu hamil.
Bantuan IBI tersebut diserahkan oleh pengurus IBI Manggarai Barat, langsung kepada Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes di Hall Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (08/09/2026).

Wabub Yulianus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang ini. “Ini sangat bernilai bagi seluruh tenaga bidan di Kabupaten Manggarai Barat dan ibu hamil yang menjadi korban gempa,” ujarnya dengan haru.
Dalam momen yang menyentuh, Wabub Yulianus bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung ke Desa Rokap. “Saya bertemu dengan seorang bidan yang rumahnya terdampak gempa. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Ketua IBI Cabang Kabupaten Manggarai Barat, Alfrida P. Ketua, yang didampingi Siriliani Sumira, Karolina Olin Jemaat, dan Maria Alvenita Plaun kepada media ini menjelaskan bahwa bantuan ini murni berasal dari sumbangan seluruh bidan di Indonesia yang tergabung dalam IBI.
“Uang ini adalah wujud solidaritas dari saudara-saudari seprofesi di seluruh tanah air. Mereka ingin hadir, meski tidak bisa datang sendiri,” ungkap Alfrida.
Menurut Alfrida, Ketua IBI Pusat, Dr. Ade Jubaedah, S.Si.T., BDN, M.M., M.K.M., seharusnya hadir langsung untuk menyerahkan bantuan ini. Namun, ia terkendala penutupan Bandara Soekarno-Hatta saat ini dan dijadwalkan akan tiba di Manggarai Barat beberapa hari ke depan.
Ditegaskan Alfrida bahwa dibalik deru gempa yang mengguncang, di balik retakan dinding dan atap yang runtuh, ada ribuan tangan terulur. “Ada ribuan bidan dari Sabang sampai Merauke yang bersatu. Bukan sekadar angka 45 juta, tapi ini adalah pelukan dari sesama. Ini adalah bisikan, bahwa para korban ini tidak sendiri menghadapi musibah ini,” jelas Alfrida.***


