Home Berita Terkini Ritual Adat Manggarai, Awali Puncak Peringatan HUT Manggarai Barat Ke-23

Ritual Adat Manggarai, Awali Puncak Peringatan HUT Manggarai Barat Ke-23

0
429
Ritual adat di Compang Kantor Bupati. (Foto : Gonzali)
Penulis : Gonsalez/Gery 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Ritual adat Manggarai, digelar oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mengawali perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Manggarai Barat yang ke-23, yang jatuh pada 25 Februari 2026. Ritual adat Manggarai itu diperankan oleh Tokoh adat  Nggorang dan tua adat Lancang.

Suasana sakral dan khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (24/2/2026) malam. Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-23 Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Daerah menggelar serangkaian acara adat yang dimulai dengan ritual di Compang atau altar adat yang terletak tepat di kompleks kantor bupati.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi (kedua dari kanan) bersaa Tua Adat Lancang, Theo Urus. (Foto : Gonsalez)

Mengusung tema “Bersatu untuk Bangkit, Bersinergi untuk Semakin Mantap”, peringatan tahun ini diawali dengan doa dan persembahan kepada leluhur sebagai wujud syukur atas perjalanan daerah selama 23 tahun terakhir.

Ritual adat tersebut dipimpin oleh Jamaluddin, Tua Golo (Kepala Adat) Golo Nggorang, yang didampingi oleh Tua Golo Lancang, Theo Urus. Di depan Compang yang menjadi simbol pemersatu, mereka memanjatkan doa dengan sesajen yang terdiri dari sebatang lilin yang menyala, sebutir telur, dan dua ekor ayam berwarna merah dan cepek (putih).

Dengan menggunakan bahasa Manggarai, Jamaluddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada nenek moyang atas segala berkat, bimbingan, dan perlindungan yang telah diberikan selama 23 tahun perjalanan Kabupaten Manggarai Barat. Dalam doanya, ia juga memohon perlindungan bagi Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan Wakil Bupati, dr. Yulianus Weng, dalam memimpin daerah. Tak lupa, doa keselamatan dan kesejahteraan juga dipanjatkan untuk seluruh masyarakat Manggarai Barat.

Usai melaksanakan ritual di Compang, rombongan adat kemudian bergeser menuju Aula Kantor Bupati Manggarai Barat untuk melanjutkan prosesi adat Teing Hang Helang.

Tua Adat Nggorang saat ritual adat Teing Hang Helang. (Foto : Gonsalez)

Teing Hang Helang sendiri merupakan ritual sakral dalam tradisi Manggarai yang memiliki makna mendalam. Inti dari acara ini adalah “memberi makan” kepada leluhur (hang helang) dengan menyajikan makanan, biasanya berupa ayam bakar yang aromanya dipercaya dapat sampai kepada para leluhur. Ritual ini menjadi wujud syukur dan penghormatan, sekaligus sarana komunikasi spiritual untuk memohon kehidupan yang lebih baik. Dalam prosesinya, juru adat juga akan melakukan ‘toto urat manuk’ (memeriksa urat atau empedu ayam) untuk melihat kehidupan di masa depan.

Sesaat setelah ritual Teing Hang Helang, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan sambutan singkatnya di hadapan para undangan yang hadir.

Bupati Edi berterima kasih atas kehadiran tokoh adat dan tokoh masyarakat pada Kegiatan ritual adat ini.  Ia berharap  agar para leluhur mendengar semua ungkapan doa yang telah disampaikan, sehinga ke depan, perjalana Manggarai Barat terhindar dari segala bentuk mara bahaya.

“Tentu, kita semua yang hadir di sini, juga seluruh masyarakat, mohon do’a dari leluhur agar kita semua dapat dijauhkan dari segala marabahaya, dan kami yang menerima Amanah untuk membangun daerah ini selalu diberi kesehatan, sehingga Masyarakat Manggarai Barat akan selalu tumbuh dan berkembang dalam kesejahteraan,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan makan malam yang berlangsung hangat di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. Momen kebersamaan ini menjadi simbol eratnya tali silaturahmi antara pemerintah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyongsong masa depan Manggarai Barat yang lebih mantap.

Agenda lanjutan dalam rangka HUT Mabar adalah misa syukur dilaksanakan besok Rabu 25/02/2026 di gereja katedral Rohkudus labuan Bajo, gereja Santu petrus Serenaru dan gereja Stella Maris labuan Bajo pada pukul 05.30, dilanjutkan dengan kerja bakti dan penanaman Pohon di pantai Gorontalo Labuan Bajo.***