Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, Info Mabar,- Pada usianya yang ke-23, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mencatatkan sederet prestasi gemilang. Namun, di balik perayaan dan capaian tersebut, Bupati Edistasius Endi mengingatkan bahwa masih ada sederet “pekerjaan rumah” (PR) yang akan menjadi fokus utama Pemerintah Daerah (Pemda) ke depan.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Manggarai Barat yang dipusatkan di kawasan Pantai Gorontalo, Labuan Bajo, pada Senin (25/02/2026), menjadi momentum refleksi.

Mengusung semangat “Bersatu untuk bangkit, bersinergi untuk semakin mantap”, upacara yang dipimpin langsung Bupati Edi Endi itu tidak hanya menjadi ajang syukur atas prestasi, tetapi juga panggung untuk memetakan tantangan yang masih membentang.
Dalam pidatonya, Bupati Edi Endi memaparkan dengan bangga sejumlah pencapaian. Pertumbuhan ekonomi Mabar yang mencapai 5,82 persen pada tahun 2025 menjadi yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendapatan per kapita juga meningkat dari 15,7 juta pada tahun 2023 menjadi 16,68 juta pada tahun 2024.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, Mabar berhasil meraih peringkat pertama dalam pengukuran Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) se-Provinsi NTT. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga berhasil dipertahankan sebagai yang tertinggi selama dua tahun terakhir.
Sebagai wujud komitmen pada program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati meluncurkan dua aplikasi inovatif, yakni Lumbung MBG untuk pengelolaan data pangan dan NATAS HARGA sebagai pusat informasi harga komoditas.
“Hadirnya aplikasi Lumbung MBG dan NATAS HARGA bukan sekadar transformasi digital, melainkan langkah nyata menuju tata kelola pangan yang modern, responsif, dan akuntabel,” tegas Bupati Edi Endi di hadapan ribuan aparatur sipil negara, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan pelaku pariwisata.
Deretan Pekerjaan Rumah Yang Menanti
Namun, pria yang akrab disapa Edi Endi ini tidak larut dalam euforia prestasi. Dengan tegas ia membeberkan berbagai pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian serius dari jajarannya.
Di usia Mabar yang ke-23, Bupati mengidentifikasi sejumlah isu krusial yang masih menjadi tantangan. Beberapa di antaranya adalah upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan yang masih memerlukan kerja ekstra. Tidak hanya itu, persoalan infrastruktur yang belum merata dan sektor pertanian yang perlu didorong produktivitasnya juga menjadi catatan penting.
Lebih spesifik, Bupati Edi menyoroti masalah-masalah klasik yang kerap muncul di daerah tujuan wisata super prioritas. Ia menyebutkan perlunya perbaikan manajemen aset daerah, penataan papan reklame yang dinilai semrawut, hingga persoalan harga pasar yang masih kerap tidak ramah bagi wisatawan. Yang tak kalah penting, ia menyayangkan lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini hampir tidak berjalan efektif.
“Ini adalah pekerjaan-pekerjaan rumah yang ada di tangan kita. Secara perlahan, tapi pasti, harus kita selesaikan bersama,” ujar Edi Endi, mengingatkan.
Momentum HUT ke-23 ini, kata dia, harus dijadikan refleksi panjang untuk aksi konkret, tidak hanya dalam hal pelayanan publik dan tata kelola ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan.

Usai pidato, Bupati bersama Wakil Bupati dan seluruh elemen masyarakat langsung melakukan aksi bersih Pantai Gorontalo dan penanaman pohon, sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Sempadan pantai bukan sekadar batas daratan dan laut, tetapi wajah daerah kita, ruang hidup bersama yang mencerminkan kualitas peradaban kita. Sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas, kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam,” tegasnya.
Dengan mengusung visi “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap”, Bupati Edi Endi mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemda untuk bekerja cepat, tangguh, dan cerdas. Kolaborasi dan sinergi semua pihak menjadi kunci untuk menuntaskan berbagai PR tersebut, agar Manggarai Barat tidak hanya populer karena keindahan alamnya, tetapi juga karena prestasi ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan citra positif sebagai daerah yang maju, unggul, tangguh, dan berbudaya lingkungan.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-23, Kabupaten Manggarai Barat! Jaya dan majulah selalu Kabupaten Manggarai Barat yang tercinta!” pungkas Edi Endi, disambut tepuk tangan meriah yang menggelora di tepi Pantai Gorontalo.***


