Home Berita Terkini Program KENCANA Perkuat Ketangguhan Bencana Kini Diperluas ke Mabar

Program KENCANA Perkuat Ketangguhan Bencana Kini Diperluas ke Mabar

0
25
Foto bersama Sekretaris Daerah Kab.Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo bersama perwakilan Kemendagri Evan Ferdianto . (Foto: Gonzalez)
Penulis  : Gonza
Editor   : Hans

Labuan Bajo , Infomabar ; Penguatan Kapasitas Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) kini diperluas ke wilayah Manggarai Barat ( mabar). Perluasan ke Manggarai Barat dilakukan setelah 10 kecamatan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil meraih status KENCANA Pratama pada Mei 2026.

Program KENCANA ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementerian Dalam Negeri dan Program SIAP SIAGA.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat NTT Fransiskus S. Sodo mengatakan, ketangguhan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Kita harus membangunnya dari tingkat kecamatan hingga desa, dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, ujarnya.

Foto bersama Sekretaris Daerah Kab.Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo bersama perwakilan Kemendagri Evan Ferdianto . (Foto: Gonzalez)

Peran pemerintah di tingkat kecamatan akan dioptimalkan sebagai pusat komando koordinasi penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk wilayah Mabar akan dioptimalkan pada Kecamatan Komodo, Boleng dan Mbeliling. Langkah strategis ini diambil guna memastikan respons cepat dan kesiapsiagaan mandiri di tingkat wilayah dapat berjalan lebih sistematis

Ia menambahkan, wilayahnya memiliki sembilan potensi bencana dengan kerentanan tinggi berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana. “Kerentanan dan ancaman ini sudah given, tidak bisa kita ubah lagi. Yang bisa kita tingkatkan adalah kapasitas dalam menghadapinya,” tegasnya.

Menurut Fransiskus, pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, hingga bencana hidrometeorologi ekstrem.

“Melalui KENCANA, kita ingin mengubah cara pandang terhadap bencana. Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak, tetapi memperkuat pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sejak sekarang,” ajaknya.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang berlangsung di Rajawali Ballroom, Zasgo Mart Hotel, Labuan Bajo, pada Selasa 9 hingga 10 Juni 2026 .

Pada hari pertama kegiatan, tiga kecamatan sasaran berhasil terdaftar dalam Sistem Informasi KENCANA (SiKENCANA) dan memperoleh nomor registrasi resmi. Proses dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kerja Kolaboratif serta pendampingan langsung dari tim Kementerian Dalam Negeri untuk mengunggah dokumen verifikasi menuju status KENCANA.

Area Manager Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengatakan bahwa kecamatan adalah ujung tombak layanan kebencanaan. “Bagi pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, tangan yang menjangkau langsung masyarakat adalah kecamatan. Ketika camat aktif, pelayanan kebencanaan bisa hadir lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Kabag Kerjasama pada Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Adhitya Perdana Arka, menilai kolaborasi antar daerah dan mitra merupakan bentuk baik dalam mendukung peran kecamatan mengimplementasikan program tangguh bencana.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemakaian rompi dan penyematan pin KENCANA dari perwakilan Kemendagri, Evan Ferdianto, kepada Sekda Manggarai Barat, lalu diteruskan kepada Kepala Pelaksana BPBD setempat dan para camat sebagai simbol komitmen penguatan tata kelola bencana di tingkat tapak.

Kegiatan ini menargetkan penguatan komitmen kepemimpinan daerah, pengukuhan Satuan Tugas KENCANA, aktivasi sistem pemantauan berbasis data, serta tersusunnya rencana kerja kolaboratif untuk wilayah Komodo, Boleng, dan Mbeliling.

Program SIAP SIAGA adalah kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk manajemen risiko bencana, dilaksanakan di tingkat nasional dan empat provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur.