BerandaBerita TerkiniPemkab Mabar Bertanggung Jawab Penuh Atas Rumah Warga Yang Rusak Akibat Gempa

Pemkab Mabar Bertanggung Jawab Penuh Atas Rumah Warga Yang Rusak Akibat Gempa

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, akan bertanggung jawab penuh untuk melakukan perbaikan atas rumah-rumah warga di Manggarai Barat yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 SR. Perbaikan akan dilakukan bertahap, sesuai hasil verifikasi lapangan.

Demikian penegasan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutanya pada acara serah terima bantuan kemanusiaan dari PT Freeport Indonesia di Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (01/09/2026) sore.

Ribuan Rumah roboh dampak Gempa NTT foto; isth
Salah satu rumah warga yang roboh dampak Gempa Flores. (Foto : Dok. Kominfo Newsroom)

“Saya ulangi, pemerintah daerah yang di-backup oleh pemerintah pusat bertanggung jawab penuh untuk melakukan perbaikan atas rumah warga yang terdampak karena bencana gempa,” tegas Bupati Edi di hadapan para hadirin, termasuk perwakilan dari PT Freeport Indonesia dan para tokoh masyarakat .

Untuk memastikan transparansi dan akurasi data, Bupati Edi menjelaskan bahwa tim verifikasi yang terdiri dari 70 personil Penyuluh KB, 120 personil dari Dinas Pertanian, dan 41 personil dari Dinas Pekerjaan Umum, telah disebar ke 164 desa dan 5 kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Proses verifikasi kerusakan rumah yang dilakukan oleh tim verfikasi lapangan ini kemudian diinput di aplikasi khusus yang disediakan oleh Pemkab Mabar, sehingga hasilnya akurat dan objektif.

Diakui Bupati Edi  bahwa hasil verifikasi lapangan itu menjadi pijakan utama bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam melakukan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak. Tidak ada yang bisa intervensi.

“Bupati sekalipun tidak bisa mengintervensi. Kalau hasil verifikasi hanya 10%, Bupati tidak bisa menaikkan sampai 90%,” ujarnya, menekankan komitmen untuk mencegah praktik korupsi atau penyalahgunaan wewenang dalam penanganan bencana. Proses ini juga diawasi oleh kepolisian, kejaksaan, dan TNI.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh media ini dari Tim Posko Bencana Manggarai Barat, total rumah warga yang terdampak mencapai 10.757 unit dengan 36.102 jiwa terdampak . Penanganan dibagi dalam tiga tahap: jangka pendek (pemenuhan kebutuhan sembako, terpal, selimut, dan vitamin), jangka menengah (rekonstruksi rumah penduduk yang menjadi prioritas), dan jangka panjang (relokasi permukiman dan perbaikan fasilitas umum).***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments