Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPemkab Mabar Apresiasi Kemitraan Dengan Siloam, RSUD Komodo Harus Fokus Pada Layanan...

Pemkab Mabar Apresiasi Kemitraan Dengan Siloam, RSUD Komodo Harus Fokus Pada Layanan Unggulan

Penulis : Gonsalez B. Hading 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberi apresiasi atas kemitraan yang telah berjalan antara RSUD Komodo dan RS. Siloam Labuan Bajo. Kemitraan antara sektor publik dan swasta (Public-Private Partnership) ini merupakan penguat ekosistem kesehatan dan kunci pengembangan wisata medis di Labuan Bajo.

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam kegiatan Bimbingan Teknis RS Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang digelar di RSUD Komodo, Jumat (5/12/2025).

Peserta kegiatan Bimtek. (Foto : Gonsalez)
Peserta kegiatan Bimtek. (Foto : Gonsalez)

Wakil Bupati secara khusus mengapresiasi kehadiran Labuan Bajo International Medical Centre (LIMC) yang dioperasikan oleh Siloam Hospitals Group sejak 2022. Keberadaan LIMC dengan fasilitas canggih seperti ruang hiperbarik oksigen pertama di NTT disebutnya bukan sebagai kompetisi, melainkan sebagai pelengkap dan pembelajaran berharga.

“Ini membuktikan bahwa pasar wisata medis di Labuan Bajo sangat nyata dan menjanjikan. Kemitraan ini memperkuat ekosistem kita dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan Labuan Bajo,” ujar dr. Yulianus.

Dalam kerangka sinergi tersebut, RSUD Komodo didorong untuk tidak mencoba menanggung semua jenis layanan, melainkan fokus mengembangkan layanan unggulan (center of excellence) yang sesuai konteks Labuan Bajo. Layanan Gawat Darurat dan stabilisasi pasien terkait aktivitas pariwisata seperti kecelakaan penyelaman, trekking, atau olahraga air, bisa menjadi fokus awal.

“Layanan ini kemudian dapat dikembangkan dengan paket pemeriksaan kesehatan (executive check-up) yang terintegrasi dengan paket wisata. Layanan unggulan RSUD Komodo harus menjadi bagian dari branding Labuan Bajo,” ajaknya.

Pandangan tentang pentingnya sinergi lintas sektor juga diamini oleh Ketua Tim Bimtek Kemenkes RI, dr. Era Renjana Diskamara. Dalam sambutannya, dr. Era menekankan bahwa keberhasilan rumah sakit destinasi pariwisata tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dukungan transportasi, akomodasi, dan sistem pembiayaan yang aman bagi wisatawan.

“Koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, Kemenkes, Kemenparekraf, swasta, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menciptakan paket wisata kesehatan yang terintegrasi,” pungkas dr. Era.

Kegiatan bimtek ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Bappeda, PUPR, dan Disparekraf, menandakan komitmen untuk koordinasi yang lebih solid. Turut hadir Direktur RSUD Komodo dr. Maria Y. Melinda Gampur, para pejabat struktural, serta staf RSUD Komodo untuk bersama-sama merumuskan langkah strategis ke depan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments