Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPemerintah Pusat Kirim Tim Khusus Ke Labuan Bajo, Monitoring Penanganan Tenggelamnya KM...

Pemerintah Pusat Kirim Tim Khusus Ke Labuan Bajo, Monitoring Penanganan Tenggelamnya KM Putri Sakinah

Penulis : Gery Baha 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Menindaklanjuti tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan RI,  mengirimkan tim khusus untuk memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan. Kepada tim ini, Sekda Mabar, Fransiskus Sales Sodo melaporkan upaya Pemda Mabar terkait keselamatan transportasi laut.

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan keamanan Transportasi pada Kemenko Polkam, Kombes Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, memimpin tim dari pemerintah pusat dalam melakukan pemantauan dan koordinasi ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Frasiskus Sales Sodo (kanan) bersama tim dari Kemenko Polkam. (Foto : Gery)
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Frasiskus Sales Sodo (kanan) bersama tim dari Kemenko Polkam. (Foto : Gery)

Kombes Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, tidak sendirian hadir di Labuan Bajo. Bersamanya, turut hadir pula Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa, Kolonel Chk. Bambang Sugiarto, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Barus Johanes Teguh Pratama dan Staf TU Deputi Bidkor Kamtibmas, Briptu Riko Prasetyo.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Posko Tim SAR Gabungan Pelabuhan Waterfront Marina, Jum’at (02/01/2026), itu Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menyampaikan laporan kepada tim khusus Pemerintah Pusat ini, terkait berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, soal keselamatan transportasi laut.

Dalam pemaparannya, Sekda Fransiskus mengakui keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam aspek keselamatan transportasi laut yang menjadi otoritas pemerintah pusat. Namun, ia menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan, termasuk menginisiasi perubahan sistem reservasi ke Taman Nasional Komodo agar lebih tertutup dan terkontrol melalui agen travel terdaftar.

“Kami sedang proses penyesuaian sistem. Ini untuk mendeteksi dan membina agen atau pemandu wisata yang beroperasi, termasuk yang berasal dari luar daerah,” jelas Sekda Fransiskus.

Ia juga menginformasikan bahwa Pemda Manggarai Barat telah mengusulkan peningkatan status Pos Basarnas Labuan Bajo menjadi Kantor Basarnas, mengingat kompleksitas dan prioritas pariwisata di kawasan tersebut.

Rapat koordinasi ini melibatkan unsur Kepolisian (Dirpolairud Polda NTT, Kapolres Manggarai Barat), TNI (Dandim 1612/Manggarai, Danlanal Labuan Bajo), instansi pemerintah daerah (Dishub, Disparekrafbud), dan lembaga khusus seperti KNKT, Bakamla, Basarnas Labuan Bajo, dan KSOP.

Semenatra iru, dalam arahanya, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung menegaskan bahwa kehadiran tim pusat bertujuan untuk mengungkap fakta sebenarnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan. Ia menekankan pentingnya peningkatan standar keselamatan, mengingat Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional.

“Labuan Bajo dan Pulau Komodo sudah merupakan destinasi internasional. Standar keselamatannya harus standar internasional. Harapan kami, semua kegiatan industri pariwisata di sini sudah menganut sistem standar keselamatan internasional,” tegas Yade.

Rakor bersama Tim dari Kemenko Polkam di Labuan Bajo. (Foto : Gery)
Rakor bersama Tim dari Kemenko Polkam di Labuan Bajo. (Foto : Gery)

Ia menyoroti tiga aspek krusial yang perlu dievaluasi, yakni : pencegahan, melalui pengawasan dan regulasi ketat terhadap kapal dan awaknya, deteksi dini yang cepat dan akurat dengan teknologi memadai, serta respons cepat dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Yade juga mengkritik sikap permisif terhadap peringatan cuaca dari BMKG yang kerap mengutamakan keuntungan bisnis.

“Kalau BMKG sudah memberikan peringatan tidak boleh berlayar, stop saja. Jangan main-main dengan alasan keuntungan. Nyawa manusia mahal harganya,” pesannya.

Tim Kemenko Polhukam menargetkan rekomendasi konkret kepada Presiden dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Kombes Pol Yade juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam operasi SAR yang telah diperpanjang tiga hari dengan penambahan peralatan baru.

“Kami berharap dan berdoa, ketiga korban yang masih dicari dapat ditemukan. Ini adalah ‘hutang’ kita sebagai negara kepada mereka,” ujarnya.

Rapat Koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi menyeluruh, meninggalkan cara-cara konvensional, dan menerapkan standar tertinggi dalam tata kelola keselamatan pelayaran pariwisata di Labuan Bajo. Hasil monitoring dan rekomendasi tim Kemenko Polhukam akan menjadi bahan pelaporan kepada Presiden RI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah, sebuah kapal wisata yang mengangkut penumpang menuju Pulau Padar, tenggelam pada Jum’at (26/12/2025). 4 orang penumpang, yakni Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola putri Valencia CF, bersama 3 orang buah hatinya : Garcia Mateo, Martinesz Ortuno Maria Elia dan Martinez Ortuno Enriquejavier, turut tenggelam.

Tim SAR dan sejumlah pihak terkait terus berupaya maksimal untuk melakukan pencarian, tapi hingga berita ini diturunkan, dari keempat korban, baru 1 orang yang berhasil ditemukan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments