Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPemda Mabar Gelar FGD Dorong SIORA Untuk Penguatan Regulasi Pariwisata di DSP...

Pemda Mabar Gelar FGD Dorong SIORA Untuk Penguatan Regulasi Pariwisata di DSP Labuan Bajo

Penulis: Gaudensius Budiman Hading, Editor: Tian Candra

Labuan Bajo, InfomabarPemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemda Mabar) menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk memperkuat regulasi dan tata kelola kunjungan wisatawan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo, bertempat di Kawasan Puncak Waringin, Selasa (05/08/2025)

FGD ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah konkret dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan aman bagi wisatawan, sekaligus menanggapi berbagai persoalan yang kerap muncul di sektor kepariwisataan daerah tersebut.

Para Pihak berdiskusi dalam Forum Group Discussion (FGD) untuk memperkuat regulasi dan tata kelola kunjungan wisatawan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo. (Foto: Gonsa)

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyoroti kasus-kasus penipuan terhadap wisatawan yang melibatkan agen perjalanan tidak resmi.

“Beberapa tahun terakhir, kita beberapa kali menghadapi kasus penipuan oleh travel agent fiktif. Ini menyebabkan kerugian material yang besar, dan yang lebih parah, kita tidak tahu siapa mereka dan di mana kantornya,” ungkap Bupati Edi.

Sebagai solusi konkret, Bupati Edi mendorong integrasi layanan kepariwisataan dengan SIORA, sistem informasi dan reservasi digital yang dikembangkan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk pembelian tiket masuk ke kawasan TN Komodo secara daring, tetapi juga akan diperluas untuk mencakup destinasi di luar kawasan taman nasional.

“Kami ingin semua layanan pariwisata, termasuk di luar TNK, masuk dalam sistem ini. Selain menyederhanakan layanan, hal ini juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan akan menerbitkan Peraturan Bupati untuk mewajibkan semua agen perjalanan yang beroperasi di wilayah Manggarai Barat agar terverifikasi oleh pemerintah daerah.

“Dengan verifikasi, kita bisa tahu siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi hal-hal di lapangan. Ini soal kepercayaan dan kontrol layanan,” tegas Bupati.

Bupati Edi meyakini semangat sinergitas dan kolaborasi akan mencapai hasil yang maksimal.

“Dengan semangat sinergitas dan kolaborasi, saya sangat yakin apa yang kita rumuskan hari ini akan berhasil,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, menegaskan bahwa SIORA akan menjadi satu-satunya aplikasi resmi yang digunakan untuk memasuki kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kalau ada agen yang tidak resmi atau melakukan pelanggaran, cukup kita blokir. Mereka otomatis tidak bisa lagi mengakses kawasan TNK,” jelas Hendrikus.

Selain e-ticketing, aplikasi SIORA juga dilengkapi fitur seperti informasi destinasi, navigasi zonasi, layanan perizinan, pembayaran non-tunai, hingga sistem monitoring secara real-time. Terkait rencana integrasi layanan di luar kawasan TNK, Hendrikus menyatakan komitmennya untuk mendukung arahan Pemda.

“Kami siap bekerja sama dengan Pemda Mabar seperti permintaan Pak Bupati. Kita ingin semuanya bisa terintegrasi agar lebih mudah dikontrol,” imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan sektor pariwisata, di antaranya Kepala BPOLBF Dwi Marhen Yono, Perwakilan Kapolres Manggarai Barat, Danramil 02/Komodo Lettu Budi Ardana, Perwakilan Danlanal Labuan Bajo, Kantor Basarnas, Imigrasi, dan Bea Cukai Manggarai Barat, Kepala Bandara Komodo Cepy Triono, Utusan KSOP Kelas III Labuan Bajo, KKP Provinsi NTT dan BMKG Kabupaten Manggarai Barat.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments