Jumat, Juni 19, 2026
BerandaBerita TerkiniPAD Mabar Triwulan Pertama 2026 Meningkat 10 Persen

PAD Mabar Triwulan Pertama 2026 Meningkat 10 Persen

Penulis: Mathildis Riberu 
Editor : Hans

Labuan Bajo – InfoMabar; Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar evaluasi laporan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I tahun 2026, di ruang rapat Satgas MBG pada Kamis (23/04/2026).

Laporan PAD triwulan Pertama Januari hingga Maret 2026 ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Asisten Administrasi Umum Aloisius Lahi (kanan foto) saat memimpin rapat. (Foto:Tildis)

Asisten Administrasi Umum Aloisius Lahi, saat memimpin rapat menyampaikan bahwa capaian ini patut diapresiasi, namun tetap perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

“Kita cukup berbesar hati dengan adanya peningkatan 10 persen dari tahun sebelumnya, namun kita harus melihat juga kendala apa yang dihadapi tiap OPD sebagai bahan evaluasi bersama, sehingga kita bisa menemukan kiat-kiat untuk bisa mencapai target PAD.” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Maria Yuliana Rotok dalam rapat tersebut, total realisasi PAD hingga Maret 2026 mencapai Rp46.072.766.727,89, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi Maret 2025 sebesar Rp42.057.455.971,41. Sementara total target PAD tahun ini ditetapkan sebesar Rp310.614.054.449,00.

Kontributor terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah dengan realisasi Maret 2026 sebesar Rp30.867.536.197,36, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp27.862.243.233,00 atau tumbuh sekitar 11 persen.

Sumber data : BAPENDA Manggarai Barat

Sementara itu, realisasi retribusi daerah tercatat Rp14.520.977.162,00, meningkat sekitar 8 persen dari tahun 2025 sebesar Rp13.442.381.419,00. Rinciannya, retribusi jasa umum mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 13 persen dengan realisasi Rp13.459.045.872,00.

Namun, tidak semua sektor menunjukkan kinerja positif. Retribusi jasa usaha mengalami penurunan sebesar -19 persen dengan realisasi Rp739.514.500,00, sementara retribusi perizinan tertentu turun cukup tajam hingga -44 persen dengan capaian Rp322.416.790,00.

Di sisi lain, komponen lain-lain PAD yang sah juga mengalami penurunan sebesar -9 persen, dengan realisasi Rp684.253.368,53. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belum memberikan kontribusi pada triwulan ini.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar OPD serta peningkatan kualitas data pelaporan. Dengan kerja berbasis data dan pelaporan yang konsisten, diharapkan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal.

Melalui evaluasi ini, Pemkab Manggarai Barat mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih optimal dalam meningkatkan kinerja, khususnya pada sektor-sektor yang masih mengalami penurunan, guna memastikan target PAD tahun 2026 dapat tercapai sesuai yang direncanakan.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments