Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labua Bajo, InfoMabar,- Di tengah kebijakan penutupan sementara sejumlah objek wisata andalan di Kabupaten Manggarai Barat akibat potensi cuaca ekstrem, satu destinasi justru masih menyambut kunjungan wisatawan : Gua Batu Cermin. Tak peduli hujan-angin, destinasi itu tetap ramai, sebab wisatawan tetap ‘melanglang’ ke sana.
Akibat cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, menutup sementara sejumlah destinasi wisata.

Kebijakan penutupan yang tertuang dalam Surat Dinas Pariwisata dengan nomor Parekrafbud/500.13/2/I/2026 tertanggal 20 Januari 2026, berlaku mulai 21 hingga 27 Januari 2026. Objek wisata seperti Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang ditutup sementara, demi keselamatan pengunjung, menyusul peringatan dini BMKG akan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Namun, Gua Batu Cermin, destinasi wisata dalam kota Labuan Bajo, itu menjadi pengecualian. Petugas tiketing Dinas Pariwisata, Ekonomi kreatif dan kebudayaan kabupaten Manggarai Barat yang bertugas di Gua Batu Cermin, Nuryedin K. Sehudin, mengonfirmasi bahwa meskipun cuaca buruk melanda, destinasi ini masih menerima kunjungan.
“Meskipun cuaca buruk, Gua Batu Cermin masih buka. Kita membuka pelayanan, sebab masih banyak tamu yang berkunjung, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing,” ujar Nuryedin, yang ditemui InfoMabar di Gua Batu Cermin, Kaamis (22/01/2026) sore.
Meski selama seminggu ini hujan turun sejak pagi hingga petang, bahkan disertai angin kencang, destinasi wisata Gua Batu Cermin masih ramai dikunjungi wisatawan, baik yang datang berkelompok maupun yang datang perorang.
Yedin merinci wisatawan yang berkunjung hari Rabu (21/01/2026). Destinasi ini dikunjungi wisatawan asing yang terdiri dari beberapa grup: 10 orang dari Malaysia, 2 orang dari China, 4 orang dari Hungaria, dan 2 orang dari Amerika Serikat, serta 3 orang wisatawan Nusantara.
Sementara pada hari Kamis (22/01/2026), jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi Gua Batu Cermin, berjumlah 15 orang, dengan rincian 6 orang dari Kanda, 4 orang wisatawan dari Republik Ceko dan 2 orang wisatawan dari Cina. Selain wisatawan asing, pada hari itu, juga ada 3 orang wisatawan Nusantara.
Data ini menunjukkan minat wisatawan, khususnya mancanegara, yang tetap tinggi meski kondisi cuaca tidak bersahabat. Gua Batu Cermin, dengan keunikan formasi batuan , sinar matahari yang masuk ke dalam gua, serta rumpun bambu yang hijau nan indah menjadi alternatif utama yang relatif lebih terlindung dari cuaca ekstrem di luar.
Masih dibukanya destinasi wisata Gua Batu Cermin ini memberikan sedikit napas lega bagi sektor pariwisata lokal di tengah masa penutupan sejumlah destinasi andalan. Para pengelola dan pedagang di sekitar objek wisata ini masih dapat melanjutkan aktivitas ekonomi mereka, meraup rejeki dari wisatawan.***


