Penulis: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mendadak mengubah jadwal Rapat Koordinasi di Labuan Bajo. Sejumlah agenda bahkan gagal terlaksana karena Menko Dudung buru-buru kembali ke Jakarta.
Menko Polkam Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (28/10/2026).

Sebagaimana rundown yang diterima media ini, agenda utama kunjungan Jenderal Dudung ke Labuan Bajo ini adalah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan warga terdampak gempa bumi Flores yang dijadwalkan pada Kamis (29/10/2026) di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat.
Agenda ini kemudian dimajukan sehari menjadi Rabu (28/10/2026). Lokasi rapat pun berubah. Jika sebelumnya direncanakan berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Barat, Rakor akhirnya digelar di ruang VIP Bandara Komodo, Labuan Bajo, sesaat setelah Ia tiba.
Baca : Kunjungi Labuan Bajo, Ini Sejumlah Hal Yang Jadi Sorotan Menko Polkam RI
Usai memimpin rapat koordinasi tersebut, Dudung langsung bertolak kembali ke Jakarta. Perubahan agenda ini membuat sejumlah agenda batal terlaksana, termasuk rencana kunjungan langsung untuk memantau pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, pada Kamis (29/10/2026).
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan terkonfirmasi mengenai alasan spesifik yang membuat Jenderal Dudung mempercepat rapat koordinasi dan langsung kembali ke Jakarta setelah kegiatan di Bandara Komodo.
Belum dapat dipastikan apakah perubahan agenda tersebut berkaitan dengan tugas kedinasan lain di Jakarta, penyesuaian jadwal perjalanan, atau pertimbangan lainnya.
Terkait perubahan agenda itu, Tari, Humas Kemenko Polkam, yang dihubungi media ini via selulernya menjelaskan singkat, “ada agenda mendadak di Jakarta, Pak.”
Tari kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas perubahan agenda ini, utamanya di sejumlah titik yang telah terjadwal untuk dikunjungi Menko Dudung.
Meski demikian, agenda Rapat Koordinasi tetap berjalan baik, karena menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengawal penanganan warga terdampak gempa di Flores, termasuk memastikan proses pembangunan hunian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Walau sejumlah agenda batal terlaksana, Jenderal Dudung tetap mengharapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah selalu memperkuat koordinasi agar proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai rencana dan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara tepat sasaran.***



