Home Berita Terkini Semangat Sumpah Pemuda, Jangan Berhenti di Seremoni

Semangat Sumpah Pemuda, Jangan Berhenti di Seremoni

0
72
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, pada Apel Hari Sumpah Pemuda Ke-98. (Foto : Bion)
Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo , InfoMabar,- Semangat sumpah pemuda, yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan-kegiatan seremonial. Sebab pekikan patriotisme akan kehilangan maknanya tanpa kepedulian pada sesama.

Demikian salah satu poin sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Tohir, yang dibacakan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, pada apel peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 kabupaten Manggarai Barat, yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Mabar, Rabu (28/10/2026) pagi.

Penjabat Sekda Mabar, Pius Baut (kiri), bersama Forkopimda saat mengikuti Apel Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Manggarai Barat. (Foto : Gery Baha)

Menteri Erick Tohir mengingatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda hendaknya menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari gedung menjulang, teknologi canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati harus dimulai dari manusia, karakter, dan hati yang mencintai tanah air.

Dalam sambutannya,  Menpora mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Ia menilai semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai ingatan seremonial, tetapi harus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” tegas Erick Thohir dalam sambutan yang di Bacakan Bupati Manggarai Barat

Menpora lalu merinci tiga sikap yang harus dimiliki pemuda masa depan. Patriotik, yakni mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih, yaitu tidak menyerah saat menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika gagal, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberi yang terbaik bagi bangsa. Serta berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudara dan tidak berpaling ketika rakyat membutuhkan pertolongan.

“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Kepada para pemuda, Menpora meminta mereka bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin. Namun, ia mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan kelembutan hati: berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani; berdiri tegak untuk bangsa, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesama.

“Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” serunya.

Menutup sambutan, Bupati Edi mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dan mengajak seluruh elemen bangsa ,terutama Pemuda di Kabupaten Manggarai Barat membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kemanusiaan.

“Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda!” pekik Bupati Edi sembari mengepalkan tangannya.

Apel peringatan Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Manggarai Barat, ini diikuti oleh ASN lingkup Pemkab Mabar, perwakilan instansi vertikal, serta utusan dari sejumlah sekolah.***