Home Berita Terkini Master Plan Drainase Labuan Bajo Jadi Prioritas, Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata...

Master Plan Drainase Labuan Bajo Jadi Prioritas, Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Premium

0
164
Asisten Laurensius (kedua dari kanan) saat menyampaikan sambutan. (Foto : Gonsalez)
Asisten Laurensius (kedua dari kanan) saat menyampaikan sambutan. (Foto : Gonsalez)
Penulis : Gonsalez  Budiman 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar – Tim Peneliti dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), telah memaparkan laporan akhir penyusunan dokumen master plan Drainase Kota Labuan Bajo. Master plan itu akan menjadi salah satu titik kunci pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata Labuan Bajo.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan drainase di Kota Labuan Bajo melalui penyusunan Rencana Induk (Master Plan) yang terintegrasi.

Asisten II Setda Mabar, Laurensius Y.A. Nabu (kedua dari kanan) saat menyampaikan sambutan. (Foto : Gonsalez)
Asisten II Setda Mabar, Laurensius Y.A. Nabu (kedua dari kanan) saat menyampaikan sambutan. (Foto : Gonsalez)

Untuk mewujudkan komitmen ini, Pemkab Mabar telah menggandeng tim dari ITS Surabaya, untuk menyusun dokumen master plan. Laporan Akhir penyusunan dokumen Drainase Kota Labuan Bajo ini telah disampaikan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Meeting Room Primasa Resto, Komplek Bandara Udara Komodo, Selasa (02/12/2025).

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Manggarai Barat, Laurensius Y.A. Nabu, menyampaikan permohonan maaf karena tidak sempat mengikuti kegiatan FGD ini secara langsung, karena sedang bertugas di luar kota.

Bupati Edi memberikan apresiasi tinggi kepada tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang telah bekerja keras menyusun dokumen vital ini.

“Kegiatan hari ini adalah puncak dari rangkaian panjang yang melibatkan semua OPD dan tokoh di Manggarai Barat. Semua masukan diharapkan dapat menyempurnakan dokumen induk drainase Kota Labuan Bajo ini,” demikian  Bupati Edi.

Ditegaskannya bahwa drainase Labuan Bajo merupakan isu strategis, terutama setelah ditetapkannya Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Premium. Pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat yang mencapai 8%, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sangat ditopang oleh sektor pariwisata. Namun, pertumbuhan yang pesat ini bisa terganggu oleh isu-isu non-strategis, seperti genangan dan banjir.

“Belakangan ini, dengan curah hujan intensitas rendah saja sudah muncul genangan. Ini menunjukkan drainase kita belum memadai dan belum terintegrasi. Master Plan ini diharapkan tidak hanya mengatasi genangan, tetapi juga memastikan sungai-sungai mampu menampung air dan sistem drainase terkelola dengan baik,” papar Bupati Edi dalam sambutannya.

Bupati Edi juga menyoroti salah satu rekomendasi menarik dari FGD awal, yaitu ide mengalihkan air untuk mengatasi waterfront di area bundaran. Beliau meyakini kompetensi tim ITS yang dianggap memahami tata kota, dengan menyitir keberhasilan penataan kota Surabaya di masa lalu.

“Saya sangat berharap dalam FGD hari ini, hal-hal yang belum tersampaikan dapat dikemukakan untuk memberikan masukan konstruktif. Dokumen akhir nanti harus betul-betul mampu menampung seluruh persoalan drainase kita,” tandasnya.

Tim ITS Paparkan Temuan dan Rekomendasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Peneliti ITS, Mochamad Yusuf, memaparkan laporan akhir timnya. Ia mengucapkan terima kasih atas pendampingan dari dinas terkait selama proses pengumpulan data.

Ketua Tim Peneliti ITS, Mochamad Yusuf (tengah) bersama Asisten Laurensius dan sejumlah piminan OPD. (Foto : Gonsalez)
Ketua Tim Peneliti ITS, Mochamad Yusuf (tengah) bersama Asisten Laurensius dan sejumlah piminan OPD. (Foto : Gonsalez)

“Kami telah mengidentifikasi variasi masalah genangan yang cukup kompleks, mulai dari banjir rob di pesisir, banjir limpasan sungai, hingga genangan akibat drainase yang tidak optimal. Kami bahkan diajak masuk ke badan sungai untuk melihat langsung dampaknya,” jelas Yusuf.

Dia menegaskan bahwa penyusunan master plan ini sangat mendesak, mengingat status Labuan Bajo sebagai kota pariwisata prioritas nasional. Rekomendasi teknis yang telah dirumuskan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pembangunan fisik.

“Harapannya, apa yang kami rekomendasikan dalam master plan ini bisa menjadi pedoman untuk pembangunan nyata ke depan. Kami terbuka untuk masukan guna penyempurnaan akhir laporan,” pungkas Mochamad Yusuf.

FGD ini ditutup dengan diskusi interaktif untuk menerima masukan konstruktif guna finalisasi dokumen Rencana Induk Drainase Kota Labuan Bajo, yang akan menjadi dokumen perencanaan strategis Pemerintah Daerah.***