Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Program Urban Future di Manggarai Barat akan berakhir pada tahun 2027 mendatang. Menjelang berakhirnya masa kerja ini, RISE Fondation mencatat sebanyak 4.646 orang muda di Manggarai Barat telah dilibatkan dalam berbagai program Urban Future, sejak diimplementasikan di Manggarai Barat tahun 2024 yang lalu.
Catatan itu menjadi salah satu poin yang disampaikan Direktur Eksekutif RISE Foundation, Artin Wuryani, dalam laporanya pada kegiatan “Ko-Kreasi Penguatan Keberlanjutan Pasca Program Urban Futures” yang berlangsung di Aula Unio Keuskupan Labuan Bajo, Rabu (23/09/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama Yayasan Remaja Indonesia Sehat ini, Artin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atas kolaborasi yang terjalin sehingga program kerja dapat berjalan dengan baik hingga saat ini. Program tersebut melalui proses persiapan sejak tahun 2023 dan mulai diimplementasikan di Kabupaten Manggarai Barat sejak tahun 2024.
“Selama proses tersebut, kita membangun berbagai inisiatif dan ruang kolaborasi bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, komunitas orang muda, dan berbagai pihak lainnya. Kita juga membangun berbagai pembelajaran dan praktik baik melalui kolaborasi dengan berbagai sektor,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini telah menjalankan 163 kegiatan di Manggarai Barat, serta melibatkan lebih dari 20 kelompok komunitas dan organisasi, 15 Organisasi Perangkat Daerah, serta melibatkan 4.656 orang muda. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini merupakan kerja bersama yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Jejaring, pengalaman, dan pembelajaran yang telah terbentuk selama proses menjadi modal penting dalam memperkuat kebijakan dan inisiatif memasuki fase program menuju penutupan pada tahun depan.
Pada tahun 2026, tim program bersama pemerintah daerah akan bersama-sama melaksanakan identifikasi peluang keberlanjutan untuk memastikan pembelajaran terbaik dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam agenda Pembangunan Daerah. Periode akhir ini menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan sumber daya dan waktu yang masih tersedia agar dapat memberikan hasil yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Hani, saat membuka kegiatan itu, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini telah dijalin.
Diakui Jon, begitu ia biasa disapa, bahwa dalam membangun daerah ini, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Karena itu, kehadiran lembaga-lembaga swasta menjadi sangat penting. Dan kami butuh itu. Sebab bantuan dari berbagai pihak itu adalah berkat bagi Pemerintah Daerah. Mari kita bergandengan tangan untuk wujudkan Manggarai Barat yang semakin mantap,” ujarnya.
Kegiatan Ko-Kreasi ini rencananya akan dilangsungkan selama dua hari, mulai hari ini, Rabu (23/09/2026) hingga Kamis (24/09/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam mempersiapkan keberlanjutan, dengan membuka ruang untuk mengidentifikasi praktik baik serta merumuskan strategi dan rencana tindak lanjut.
Proses ini memerlukan curah pendapat dan komitmen dari berbagai sektor, tidak hanya dari pihak yang selama ini bekerja dengan isu orang muda, tetapi juga dari berbagai pihak yang dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta yang mewakili berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, komunitas orang muda, dan teman-teman penyandang disabilitas.***



